Sabtu, 21 Maret 2020

TANGKAL DENGAN IKHTIAR DAN TAWAKAL

Social distancing dan lockdown tiba-tiba menjadi suatu kata yang viral saat ini seiring merebaknya virus covid-19.  Social distancing bisa diartikan mengurangi interaksi dengan lingkungan sosial. Mengurangi aktivitas di luar rumah. Semua dilakukan dari rumah.  Kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah pun dilakukan di rumah.  Mengurangi pergi-pergi ke tempat yang menjadi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, tempat ibadah, tempat rekreasi, terminal, stasiun, bioskop dan tempat lain yang memungkinkan berkumpulnya banyak orang.

Lockdown bisa diartikan sebagai penerapan karantina. Artinya negara melakukan pelarangan terhadap warganya untuk keluar ataupun masuk dari suatu wilayah atau negara. 

Mengapa social distancing dan lockdown penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19? Sebuah makhluk tak kasat mata namun mampu melumpuhkan aktivitas seluruh dunia. Melumpuhkan segala aktifitas secara global.  Virus yang awalnya hanya menyerang kota Wuhan di China dengan sangat cepat menginfeksi hampir semua negara di dunia. 



Nah bagaimana jika kita terpaksa harus keluar rumah? Bagaimana dengan tenaga medis yang harus tetap melayani pasien? Para abang-abang ojek online, sopir angkot, pedagang di pasar yang menggantungkan hidupnya dari pendapatannya setiap hari?


Kita tidak pernah menyadari siapa yang sedang suspect terhadap virus ini di luar sana.  Siapa yang sudah terpapar namun belum menunjukkan gejala sakit.  Sehingga tindakan pencegahan dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini.


Beberapa tindakan preventif dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yakni :


Pertama, menggunakan masker saat keluar rumah. Tak perlu yang mahal. Dan tak perlu melakukan aksi borong masker sehingga menyebabkan harganya melambung. 
Kedua,  sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
Ketiga, tidak bersalaman, tidak cipika cipiki, tidak mengusap mata, hidung dan mulut sebelum kita mencuci tangan (hal ini saat kita menyadari menyentuh benda atau barang di tempat umum seperti pegangan eskalator, tombol lift, pegangan pintu, tepi meja resepsionis atau meja lobby, keranjang belanja, troly dan sebagainya).
Keempat, menjaga jarak kurang lebih 1 meter saat berbicara dengan orang lain.
Kelima, segera mandi saat pulang ke rumah ketika selesai beraktifitas.

Melakukan usaha pencegahan adalah bagian dari ikhtiar.  Mendisiplinkan diri tak harus menunggu instruksi pemerintah.  Tak memandang remeh dengan menganggap ini lelucon, sehingga tak mengindahkan anjuran pemakaian masker ketika beraktifitas di luar. Anggapan bahwa orang di sekitar belum terjangkiti. Wallahualam.  Kita tak pernah tahu akan takdirNya.  

Menganggap sehat sehingga bisa kemana-mana tapi virus sudah bersarang dalam diri sehingga tak menyadari orang lain ikut tertular.  Sungguh ini adalah perilaku tak bertanggung jawab. 


Sebagai orang yang beragama sudah sepatutnya kita tetap memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa Allah SWT agar terhindar dan dijauhkan dari segala macam penyakit.  Ikhtiar hendaknya diiringi dengan tawakal. Berserah diri kepada Allah SWT. 

Virus covid-19 membuat kita belajar bahwa banyak hal tanpa kita sadari telah diabaikan.  Ada kebesaran Tuhan disana. Rasa syukur akan nikmat kesehatan tak sejalan dengan upaya menjaganya. Tentang kerja setiap makhluk bahkan yang tak kasat mata, semua tunduk akan perintah Sang Kuasa.  

Hari ini kita tersadar dari kesombongan sebagai makhluk yang berakal bahwa kita tak berdaya dibawah kendali sebuah makhluk Tuhan yang tak memiliki kesempurnaan seperti kita, virus. 

Tiada daya dan upaya selain tetap bermohon kepadaNya.  Senantiasa mendekatkan diri, seraya memohon ampun dan petunjuk.  Hanya kepadaNya tempat bergantung.  Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir.


=======================syl=========================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar