Tugas Pendahuluan KMA
OP 22
Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ) masih menjadi menu utama pembicaraan di kalangan
pendidik. Mau tidak mau ketika pandemi covid-19
melanda dunia, alternatif inilah yang banyak dipilih.
Beberapa
keuntungan yang dirasakan antara lain, pertama dari segi keamanan, siswa maupun
guru tak perlu merasa takut terkontaminasi virus. Untuk hal ini bagi siswa di tingkat sekolah
menengah akan lebih mudah dikontrol.
Namun tidak dengan siswa di tingkat dasar yang masih kesulitan dalam
menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran.
Sehingga pilihan belajar dari rumah adalah alternatif terbaik saat ini.
Kedua,
bagi kaum pendidik inilah saatnya berubah.
Tidak stagnan di satu metode pembelajaran. Ada banyak media dan metode daring
pembelajaran yang dapat diterapkan.
Seiring dengan anjuran Mendikbud, bahwa dalam rangka menuju era 4.0
penggunaan IT untuk lingkungan sekolah lebih bisa dimaksimalkan.
Ketiga,
sebagai tenaga pendidik, bisa turut mencatatkan sejarah tentang pembelajaran
daring. Terbayang kan tanpa pandemi seperti
saat ini, masih banyak guru yang tak mau belajar IT dengan berbagai alasan. Faktor usia, gaptek, fasilitas jaringan internet
dan lainnya menjadi alasan. Tak ada lagi
kalimat seperti itu terdengar. Semua menjadi
guru pembelajar. Virus boleh
berinkubasi, tapi manusia harus dapat beradaptasi.
Dibalik
keunggulan di atas, sesungguhnya kekurangan tak luput menyertainya. Kendala antara lain adalah dari segi
fasilitas. Keterbatasan ponsel pintar
ataupun kuota internet. Punya ponsel dan
kuota, namun jaringan tak bersahabat.
Berbagai kendala sepatutnya dapat teratasi, jika memang PJJ tetap akan
diadakan selama belum berakhirnya pandemi.
Tulisan
ini akan saya coba beri judul, Untung Rugi Belajar Daring.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar