Selasa, 21 April 2020

Memupuk Kecintaan Belajar


Seorang guru tak jarang dalam keseharian layaknya seorang tukang kebun. Menghadapi sebuah taman yang harus dikelola sehingga sedap dipandang mata. Asri dirasakan oleh sang pemilik kebun disebabkan benih yang disebar tumbuh sesuai harapan.

Namun tak jarang dalam proses menemukan adanya gulma ditengah indahnya taman. Keyakinan bahwa semua benih yang ditabur akan sesuai harapan sedikit terusik dengan munculnya tumbuhan pengganggu ini.

Bagaimana saya menyikapi hal ini tentu sebagai guru dibutuhkan formula khusus dalam penanganannya. Penanaman arti pentingnya belajar untuk anak diusia remaja sangat rentan dengan adanya berbagai hantaman saat ini.  Gempuran serangan gadget dan pola tingkah remaja yang mencari jati diri seperti gulma di tengah taman.

Menjadikan diri bukan hanya sebagai guru yang mendidik, mengajar dan membimbing namun sebagai tempat mereka curhat dan berbagi. Saya pun  layaknya teman remaja mereka menanamkan konsep apa sih pentingnya belajar? Memupuk kecintaan belajar mereka.  Sehingga mereka mengerti bahwa, kamu yang menabur kamupun yang akan menuainya kelak.

-----------------
16 Maret 2020
Tugas orientasi KMA OP 20. "Dua suara dalam benak guru : Seorang pengawal atau juru taman".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar