Merebut kemenangan adalah suatu hal yang sulit. Namun mempertahankannya sungguh bukanlah hal yang mudah. Kita sudah berhasil mengalahkan hawa nafsu selama Ramadhan. Rela menahan lapar dan dahaga. Ikhlas di sepertiga malam untuk bermunajad kepadaNya. Kita lebih banyak tafakur dihadapanNya. Bersedekah. Bertilawah. Sabar dan ikhlas. Semua dilakukan untuk mendapatkan pahala berlimpah.
Kini Ramadhan barusan pergi. Lebaran belum usai. Hari ini adalah hari ketiga kita merayakan hari kemenangan. Masihkah kita tetap istiqamah?
Kita bisa menentukan mana yang bisa membawa kita ke hal yang lebih baik atau kembali berjibaku dengan kebiasaan lama yang buruk. Namun jika sesuatu hanya membawa kita kembali tersesat, mengapa itu menjadi pilihan?
Bukankah di hari yang fitri kita seperti terlahir kembali dalam keadaan suci? Tiada noda dan dosa. Berhati bersih, tiada iri, dengki dan sombong. Saling meminta dan memberi maaf.
Sejatinya saling memaafkan bukan hanya ketika momen lebaran. Saling memaafkan dan saling mengingatkan bisa kapan saja. Sabar dan ikhlas ketika diingatkan, siap menerima kritikan, legowo ketika saran ditolak, atau tetap rendah hati kala usulan diterima. Tidak mudah terpancing dan tidak mudah terprovokasi.
Ada banyak hari di sebelas bulan mendatang untuk bisa istiqamah. Istiqamah dengan segala amalan sholeh. Istiqamah dengan hati yang bersih. Semoga kita bisa mempertahankan kemenangan ini.
#self reminder
03 Syawal 1441 H
--------syl-------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar