Minggu, 17 Mei 2020

TUMBILOTOHE



Setiap akan mengakhiri Bulan Ramadhan setiap muslim senantiasa bersuka cita.  Hari yang fitri akan segera tiba.  Hari yang penuh kemenangan.  Setiap orang menyambutnya dengan gembira.  Juga kami masyarakat di Gorontalo.



Ada satu tradisi masyarakat Gorontalo yang tidak pernah ketinggalan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, yakni tradisi tumbilotohe atau pasang lampu. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-15.  Biasanya dimulai pada tanggal 27 Ramadhan hingga malam lebaran.  Namun saat ini malam tumbilotohe oleh masyarakat Gorontalo sering dilakukan sejak 25 Ramadhan hingga seminggu setelah lebaran.  Menambah meriahnya hari lebaran di Gorontalo.  



Tumbilotohe yang dalam Bahasa Gorontalo, tumbilo yang berarti pasang dan tohe adalah lampu.  Pada zaman orang tua kita dulu, sebelum listrik seperti sekarang, tumbilotohe dipasang berupa lampu-lampu botol yang diberi sumbu lengkap dengan minyak tanah sebagai bahan bakarnya layaknya lampu pelita. Dipasang di teras rumah dan halaman rumah.  Ada pula yang meletakkannya pada arkus, semacam kerangka gapura kecil dari bambu yang dihiasi dengan janur yang dipasang tepat di pintu-pintu gerbang rumah.  Kerlap-kerlip cahaya menambah keindahan malam menjelang lebaran.  



Pada saat ini tumbilotohe makin modern dengan digunakannya hiasan-hiasan dari lampu listrik.  Bohlam kecil dipasang pada sebatang bambu yang dibiarkan memanjang.  Daun pada batang bambu dihilangkan dan disisakan hanya pada ujungnya.  Lalu di sepanjang batang bambu diletakkan hiasan lampu warna-warni.  Batang-batang bambu kemudian dipasang di pagar pada halaman depan rumah dan dipertemukan dengan batang bambu dari rumah tetangga yang berada di depan.  Sehingga jika kita melewati jalan tersebut serasa memasuki terowongan lampu. Warna-warni yang berasal dari cahaya yang memancar dari bohlam lampu sungguh sangat indah.  Walau ada pula yang hanya memasang di teras-teras rumah. Hal ini tidak mengurangi keindahan tumbilotohe itu sendiri.



Malam pasang lampu merupakan hiburan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo.  Pada malam –malam ini seluruh wilayah Gorontalo terang benderang.  Masyarakat Gorontalo tumpah ruah ke jalan hanya untuk menikmati keindahan malam pasang lampu.  Seluruh rumah penduduk, perkantoran, pertokoan, bahkan tanah-tanah kosong, persawahan dan di atas sungai dipasang rakit lampu-lampu hias.  Sehingga oleh Pemerintah Daerah Gorontalo tradisi ini dijadikan sebuah Festival Tumbilotohe.  Bisa dibayangkan masyarakat Gorontalo gegap gempita secara sukarela dan ikhlas menyiapkan segala hal dalam rangka memeriahkan festival tumbilotohe.  Sebuah malam yang dirindukan bagi kami yang jauh dari Gorontalo.  


Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri.
__________syl 25 Ramadhan 1441 H_____________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar