Pemupukan dalam dunia pertanian dapat diartikan sebagai usaha penambahan unsur hara ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertumbuhan tanaman budidaya menjadi lebih maksimal.
Sedangkan pupuk adalah bahan/material yang ditambahkan ke dalam tanah/tanaman baik organik maupun anorganik sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
Pupuk dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yakni senyawa organik yang merupakan hasil pelapukan dari bahan-bahan organik. Contoh pupuk organik : pupuk kandang, kompos, bokashi, pupuk guano. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk buatan pabrik yang mengandung senyawa kimia anorganik. Contoh pupuk anorganik urea, TSP, KCL, Phonska dll.
Salah satu pupuk organik yang akan kita bahas yakni bokashi. Bokashi diambil dari bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang terfermentasi. Bokashi sebetulnya adalah kompos yakni pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah tidak digunakan lagi, seperti daun kering, jerami, sekam, gulma dan potongan-potongan ranting yang kecil.
Yang membedakan adalah kompos difermentasi secara alami dengan waktu yang agak lama kurang lebih sebulan. Sedangkan bokashi hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat kurang lebih 10-15 hari untuk proses fermentasinya.
Mengapa waktu fermentasi bokashi lebih singkat dibanding kompos? Hal ini karena pada proses pembuatan pupuk bokashi terdapat pencampuran dengan bahan EM (Efective Microorganisme) yang dapat mempercepat dekomposisi atau proses pengomposan.
Efective Microorganisme (EM) yaitu campuran mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dari tanah maupun tanaman sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan produksi tanaman. EM mengandung bakteri seperti Lactobacillus sp, bakteri fotosintetik, bakteri penghasil asam laktat Streptomyces sp, bakteri pelarut posfat dan ragi.
Cara pembuatan pupuk bokashi
- Alat : Cangkul, Sabit, Termometer, Plastik/karung, Ember, Pengaduk, Timbangan.
- Bahan :
- Jerami, Sekam/bekatul, dedaunan kering/gulma, : 10 %
- Pupuk kandang : 30 %
- EM4 : 5-7 tutup botol
- Gula pasir/gula jawa : 5-7 sendok
- Air : 10 liter
3. Cara Kerja :
- Siapkan alat dan bahan serta tempat yang ternaung dari sinar matahari langsung dan hujan.
- Potong jerami kurang lebih 1 cm dan campur dengan bekatul/sekam.
- Buatlah larutan EM4 dan gula dalam air, aduk sampai merata.
- Lakukan penyiraman pada campuran bahan sampai kadar air bahan bokashi mencapai batas lembab.
- Tutuplah dengan plastik atau masukkan ke dalam karung.
- Lakukan pengontrolan suhu minimal sehari sekali. Pertahankan suhu sekitar 40-50 0C. Jika suhu terlalu tinggi lakukan pencampuran kembali terhadap bahan.
- Setelah 10-15 hari bahan pupuk bokashi sudah jadi dan siap digunakan.
(Sumber : Modul Mengendalikan Gulma, P4TK Vedca, Cianjur).
Tutorialnya dapat dilihat pada link youtube kami di channel atph smkn 3 sigi
https://youtu.be/Oy3pfdhOZDs
Semoga bermanfaat.
---------------syl-----------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar