Kamis, 28 Mei 2020

BERSERAH BUKAN TERSERAH

Setelah terpaksa berdamai dengan virus covid-19, sekarang, besok entah sampai kapan kita masih harus tetap berdamai dengan keadaan ini.

Lemahnya penegakan aturan PSBB, yang sebentar lagi akan berubah menjadi istilah "New Normal", telah membuat kita yang masih setia "dirumah aja" menjadi sedih, marah dan bingung.  Slogan tagar "Indonesia terserah" begitu mempengaruhi perilaku yang sudah mulai terbiasa dengan segala protokol kesehatan.

Kita bisa lihat di minggu kemarin begitu banyak hal yang membuat dahi berkenyit sampai munculnya tagar "Indonesia Terserah". Dimulai dari larangan mudik, tapi banyak yang berusaha meloloskan diri dengan dibukanya armada transportasi.  Lalu mereka yang ingin menjenguk kenangan pada sebuah restoran siap saji pertama di Indonesia dengan mengabaikan protokol kesehatan.  Juga oknum selebgram yang dengan arogan menyatakan tak perlu memakai masker jika keluar rumah.  Konser atas nama penggalangan dana tanpa protokol kesehatan pun usai hanya dengan sepotong kata maaf dari pihak pembuat kebijakan.  Hingga orang yang ramai berdesak-desakan di pasar dan mall karena tuntutan kebutuhan lebaran. 

Melihat hal diluar kendali, masyarakat "dirumah aja" bereaksi.  Tak terkecuali tenaga medis.  Mereka kecewa dan marah.  Wajar.  Selama kurang lebih tiga bulan merekalah yang paling rentan terpapar akibat mengurusi korban covid.  Bukan hanya memasang tagar "Indonesia Terserah", namun reaksi paling keras adalah menyerah dengan melakukan mogok kerja. Wah.

Dengan dilonggarkannya aturan apakah akan merubah perilaku pribadi kita yang sudah hampir tiga bulan ini menerapkannya?

Suatu keterpaksaan yang akhirnya mulai menjadi pembiasaan. Menahan diri untuk tak keluar rumah, menghindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker kalau terpaksa berurusan di luar. 

Tak ada ruginya kita kembali ke kebiasaan itu.  Kembali mendisiplinkan diri dengan mengikuti aturan. Dan jika semua anjuran protokol kesehatan sudah dijalankan, selanjutnya kita tinggal berserah. Ya.. berserah kepada Yang Maha Kuasa untuk selalu melindungi diri kita, keluarga dan lingkungan. Dijauhkan dari hal-hal yang membawa kemudharatan. 

Sekali lagi, berserah yaa, bukan menyerah, apalagi terserah.

------syl-28052020------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar