Katanya gempa semalam? Begitu banyak Allah kasih kita petunjuk untuk lebih dekat denganNya. Bukan jadi candaan.
Segala istilah corona dijadikan lelucon, kuliner dinamai corona, jaga jarak dijadikan candaan, masker mahal, APD jarang semua dijadikan meme.
Inilah saatnya kita diberi "libur". Saat yang seharusnya lebih banyak introspeksi diri. Saat ini tak boleh ibadah di mesjid. Ini teguran keras dariNya. Mungkin saat kita diberi keleluasaan beribadah di rumah Allah, FB, IG, WA dan twitteran lebih menarik. Kalaupun ibadah di rumah selalu dilakukan diakhir waktu. Berjam-jam mengintip aktifitas terbaru sahabat di sosmed lebih menarik dibanding tilawah. Lebih banyak paketan data dari pada sedekah. Lebih senang mencuci batin ke mall dari pada ke majelis ilmu.
Memandang segala sesuatu dari perspektif negatif. Silang pendapat kerap terjadi. Kitalah yang paling benar, tak pernah ada yang benar dimata kita.
Ibadah dipamer, sedekah seiprit diumbar, maksiat dipendam dalam-dalam.
Begitu banyak kesalahan kita Ya Allah. Ampuni kami, bekal kami belum cukup menghadapMu. Percayakan kami untuk menjemput RamadhanMu. Istiqamahkan kami bukan hanya saat bulan suci.
Gempa, likuifaksi, tsunami belum hilang dari ingatan. Masih tampak bekasnya di depan mata. Saat ini makhluk paling renik tak kasat mata menguasai dunia. Melumpuhkan segala aktifitas. Hal yang biasanya bebas dilakukan menjadi kurang leluasa. Perekonomian menurun. Mereka yang terpaksa bekerja di luar, rela terpapar oleh virus.
Masih belum cukupkah peringatan ini?Masih mau dijadikan bahan candaan?
Astaghfirullah.
Self reminder.***
29/03/2020, 04 Syaban 1441 H, 25 hari jelang Ramadhan.
Sabtu, 28 Maret 2020
Kamis, 26 Maret 2020
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI GURU DAN SISWA AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA (ATPH)
BAB I
PENDAHULUAN
Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) dibangun pemerintah dengan tujuan untuk menyiapkan peserta didik yang
bukan hanya memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan tetapi lebih utama
lagi mahir dari segi psikomotorik atau keterampilan sesuai dengan kompetensi keahlian
dari jurusan yang ditawarkan oleh masing-masing SMK. Sekolah Menengah Kejuruan adalah sekolah yang
mengajarkan tentang mata pelajaran adaptif, normatif dan produktif dengan
bentuk penilaian terdiri dari aspek penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Untuk mata pelajaran
produktif pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
(ATPH) dituntut kemampuan seorang guru tidak hanya dalam bidang ilmu
pengetahuannya tetapi bagaimana guru mampu menerapkan, mempraktekkan atau memodifikasi
dalam bentuk keterampilan atau pembelajaran yang menitikberatkan pada praktek
atau unjuk kerja. Sesuai dengan visi
Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yakni mencetak peserta didik yang mandiri dan
terampil di bidang pertanian.
Kompetensi Keahlian
Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam mata pelajaran produktif
mensyaratkan keterampilan dari seorang guru dalam menggunakan berbagai bahan
dan peralatan praktek sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kecakapan dalam menggunakan berbagai bahan
dan alat praktek harus pula
memperhatikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ketidaktahuan atau ketidakmampuan guru dalam
mempergunakan berbagai alat dan bahan akan berakibat fatal terhadap keselamatan
kerja baik dirinya maupun peserta didik.
Menjadi guru produktif di
bidang pertanian bukan hanya memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
bagi diri sendiri dan peserta didik namun kesehatan lingkungan juga harus turut
diperhatikan. Bidang pertanian yang
berkecimpung langsung dengan alam atau lingkungan dituntut pengetahuan dan
keterampilan dalam mengelola limbah dari sisa praktek seperti sampah/kemasan
pestisida, pupuk dan obat-obatan agar tidak ikut mencemari lingkungan di
sekitar sekolah.
Dalam hal penggunaan alat
pelindung diri (APD) pun petani atau perusahaan yang bergerak di bidang
pertanian sering menganggap remeh hal tersebut.
Hal ini yang sering dilupa oleh para petani disekitar kita sehingga
kehadiran siswa dan guru pertanian diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
telah diperoleh untuk dapat ditularkan kepada para petani atau perusahaan di
bidang pertanian. Khususnya dalam hal penerapan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Keselamatan Kerja
Kompetensi
Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sehari harinya berkecimpung
dengan mata pelajaran produktif pertanian yang senantiasa melakukan praktek disamping
pembelajaran teori. Dalam Kurikulum 2013
pembahasan mata pelajaran produktif pertanian, siswa ditanamkan suatu konsep
yang berhubungan dengan penilaian sikap dan pengetahuan. Penilaian sikap berhubungan dengan spiritual yang
menanamkan rasa syukur terhadap Sang pencipta.
Atas kekuasaanNya dapat menciptakan benih menjadi bibit, bibit kecil
tumbuh menjadi tanaman dewasa sampai menghasilkan buah ataupun bagian
lain. Rasa syukur akan adanya faktor
lingkungan lainnya seperti adanya unsur hara dalam tanah, cahaya matahari, hujan,
dan faktor abiotik lainnya yang dapat membantu kelangsungan hidup tanaman sehingga
dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan dan kemaslahatan hidup umat manusia.
Unsur sikap dalam
mata pelajaran produktif pertanian lainnya adalah dalam mengamalkan perilaku
disiplin, jujur, bertanggung jawab, peduli, teliti, dan cermat. Penggunaan peralatan praktek yang digunakan
sesuai SOP akan menjauhkan siswa dari kecelakaan kerja yang fatal apabila
peserta didik menerapkan sikap disiplin, cermat, teliti dan bertanggung
jawab. Kepedulian dalam membantu
temannya yang belum faham dalam menggunakan suatu alatpun dapat dinilai dari
diri seorang siswa.
Dari aspek pengetahuan
siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dituntut untuk dapat memahami,
menerapkan, menganalisis pengetahuan tentang suatu fakta, konsep dan prosedur berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan dan
teknologi. Rangkaian penilaian dari
aspek sikap dan pengetahuan dapat dilaksanakan bersama dengan penilaian aspek
keterampilan.
Penilaian keterampilan
yang terdapat dalam kurikulum 2013 siswa SMK dinilai dalam segi unjuk
kerja/praktek, proses, produk dan proyek.
Siswa dianggap kompeten jika melakukan suatu rangkaian kerja/praktek
baik mendemonstrasikan, mengoperasikan, membuat, memproduksi, mengemas, dan
lain sebagainya.
Pelaksanaan praktek
siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura tidak lepas dari penggunaan
bahan dan alat praktek. Seorang guru
yang memiliki kompetensi di bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
hendaknya membekali dirinya terlebih dahulu dengan sejumlah pengetahuan dan
keterampilan di bidang kompetensi pertanian.
Guru dan siswa pertanian akan bergelut dengan bahan-bahan kimia seperti
insektisida, herbisida, fungisida, pupuk baik organik maupun anorganik. Sedangkan alat praktek terdiri dari alat
konvensional seperti gunting pangkas, gunting stek, pisau okulasi, cangkul,
parang, mesin paras, sprayer, ataupun alat modern seperti traktor, cultivator,
alat pencacah rumput, mesin perontok padi, mesin pengemas dan lain-lain. Alat praktek tersebut selain tajam juga
menggunakan aliran listrik atau bahan bakar sebagai penggeraknya.
Kecakapan dan
kompetensi seorang guru dalam mengikuti prosedur kerja suatu alat sesuai
Standar Operasional Prosedur (SOP) akan lebih terasah jika frekwensi penggunaan
alat lebih sering dilakukan. Dengan mengetahui
karakteristik suatu alat akan meminimalisir atau mencegah timbulnya kecelakaan
kerja.
2.
Kesehatan
Kerja
Selain keselamatan kerja,
kesehatan kerja juga menjadi hal penting dalam unsur Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3). Kesehatan kerja merupakan
suatu upaya untuk menjaga kesehatan para pekerja dari segala resiko yang
ditimbulkan baik dari pekerjaan maupun lingkungan kerjanya.
Terhindar atau terjaganya
para pekerja dari akibat terpaparnya zat kimia, atau faktor penggunaan alat harus
diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini
berlaku pula bagi guru dan peserta didik program Agribisnis Tanaman. Contohnya, pemahaman tentang dosis pupuk dan
pestisida serta cara aplikasi di lapangan tentu harus sejalan dengan pemahaman
dan keterampilan tentang cara penggunaan alat sprayer serta cara melindungi
diri dari terpaparnya bahan-bahan kimia.
Penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) seperti masker, topi, sepatu boot,
sarung tangan, dan pakaian kerja (wearpack)
tentulah sangat dibutuhkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan kerja bagi
guru dan siswa pertanian.
Faktor lingkungan dapat pula
dipertimbangkan dalam hal kesehatan kerja.
Pelaksanaan aplikasi pestisida haruslah searah dengan arah angin, hindari
cara aplikasi yang berlawanan arah angin yang akan mengakibatkan terpaparnya
racun pestisida ke tubuh. Faktor
lingkungan lainnya yang harus diperhatikan adalah limbah dari kemasan pestisida
ataupun pencucian alat yang mengandung pestisida (racun) hendaklah dilakukan
sesuai prosedur sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
3.
Pencegahan
Kecelakaan Kerja
Dalam pelaksanaan teknik
budidaya tanaman Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
sering muncul resiko-resiko yang dapat menimbulkan kecelakaan atau menimbulkan
gejala-gejala kesehatan yang akan timbul akibat aktifitas di lapangan. Untuk mencapai keamanan maksimal langkah awal
dengan memastikan seluruh pekerja baik guru maupun peserta didik memakai Alat Pelindung
Diri (APD) yang dibuat sesuai jenis pekerjaannya.
Dalam penggunaan Alat
Pelindung Diri misalnya dalam proses pengolahan tanah selain topi sebagai
pelindung kepala, pemakaian sepatu boot
dan sarung tangan merupakan salah satu bentuk pencegahan terjadinya luka akibat
terkena benda tajam, bekas potongan tanaman, ataupun kemungkinan kecelakaan
lain. Hal ini pun berlaku jika praktek
yang dilaksanakan dalam ruangan seperti
laboratorium tak luput dari pemakaian alat pelindung diri berupa sarung tangan
dan pakaian kerja khusus.
Kesiapan alat perlu dilakukan
pengecekan terlebih dahulu. Alat dengan
cara pengoperasiannya melalui aliran listrik hendaknya dalam posisi off/mati sebelum dijalankan. Selanjutnya
identifikasi secara dini tentang kemungkinan akibat yang akan ditimbulkan dari
penggunaan alat yang tidak sesuai prosedur.
Penggunaan label sebagai
penanda pada komponen-komponen alat dan bahan pada pelaksanaan praktek di
laboratorium juga menjadi perhatian guru.
Membiasakan peserta didik melabel bahan-bahan kimia baik yang belum
maupun yang sudah tercampur merupakan bagian dari pencegahan kecelakaan kerja. Hal ini juga dapat membangun karakter siswa
untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Sebaiknya disediakan pula alat
pemadam kebakaran, kotak P3K, sabun dan air bersih. Setelah praktek alat yang perlu dibersihkan
dicuci dengan baik kemudian disimpan kembali sesuai jenis dan karakteristik
alat. Mencuci tangan dengan sabun
setelah melakukan aktifitas yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia atau
pupuk. Hal demikian dapat menanamkan karakter
disiplin dan hidup bersih pada diri setiap peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) menitikberatkan pada pelaksanaan praktek/unjuk kerja untuk mencapai
kompetensi yang tercantum dalam setiap tujuan pembelajaran yang merupakan
penjabaran dari setiap Kompetensi Dasar selain aspek sikap dan pengetahuan. Tentunya hal ini seiring dengan visi sekolah
kejuruan pada umumnya yaitu mencetak tenaga terampil dan mandiri sesuai dengan
bidang keahliannya masing-masing.
Pelaksanaan praktek di
sekolah kejuruan menuntut kecakapan seorang guru dalam menggunakan bahan
praktek dan mengoperasikan setiap alat. Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan
dan Hortikultura (ATPH) tidak lepas dari kegiatan praktek dalam setiap proses
belajar mengajar. Instruksi atau
petunjuk penggunaan dari setiap alat hendaklah mengindahkan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3). Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dapat tercapai apabila bahan dan alat praktek dioperasikan
sesuai standard operasional prosedur (SOP).
Sebelum melakukan praktek sebaiknya guru dapat
mengidentifikasi kesiapan alat dan bahan.
Kerusakan atau penggantian alat dapat dideteksi sedini mungkin sebelum
pelaksanaan kegiatan praktek sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan
kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) setiap melaksanakan praktek pada
peserta didik bidang pertanian menjadi langkah awal dalam penerapan keselamatan
dan kesehatan kerja.
*****************************0419syl**************************************
CERITA GURU DI KELAS- KMA OP 19
Ketika
menjadi seorang guru dan ditanya guru seperti apakah saya? Pertanyaan yang
berusaha saya jawab dengan sedikit bercerita bahwa saya layaknya seorang
pengatur lalu lintas udara. Keinginan
agar semua berjalan pada jalurnya dan mencegah terjadinya tabrakan. Bagi saya keberhasilan menjalankan tugas dapat
dilihat dari keberhasilan siswa ketika mengikuti proses pembelajaran hingga
mencapai tujuan pembelajaran. Beberapa
fakta dalam kelas sehubungan dengan hal tersebut dapat saya kemukakan disini.
Pertama,
fakta bahwa mengenal karakteristik siswa itu penting. Target menyelesaikan suatu Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat saya menyadari bahwa setiap siswa
memiliki gaya belajar berbeda. Diantara
siswa terdapat beberapa anak yang mempunyai keterbatasan dalam hal
menyelesaikan satu materi pelajaran.
Memberikan latihan sesuai karakteristik siswa akan membuat siswa
dihargai kemampuannya. Sebagai contoh
ada anak yang menyenangi pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada olah
fisik atau psikomotorik. Ada pula siswa
yang lebih senang jika tagihan tugasnya secara verbal atau lisan maupun tulisan. Memberikan hak penilaian yang sama kepada
anak membuat anak tuntas belajar, target pun tercapai.
Fakta
kedua, siswa lebih menyenangi metode pembelajaran variatif. Penilaian keterampilan yang
terdapat dalam kurikulum 2013 siswa SMK dinilai dari segi unjuk kerja/praktek,
proses, produk dan proyek. Siswa
dianggap kompeten jika melakukan suatu rangkaian kerja/praktek baik
mendemonstrasikan, mengoperasikan, membuat, memproduksi, mengemas, dan lain
sebagainya. Aspek keterampilan mendapat porsi
lebih besar dibanding teori. Disinilah
saya dituntut untuk tidak monoton dalam menyampaikan materi. Penyerapan materi oleh siswa dalam bentuk
audio visual sebelum melakukan praktek cenderung lebih cepat dipahami dibanding
penyampaian secara lisan.
Langkah-langkah kerja yang sistematis disajikan dalam bentuk video
pembelajaran. Siswa lebih bergairah dalam
belajar dan memacu daya kreatifitas. Dominasi
saya sebagai guru dapat diminimalisir.
Ketiga,
pemahaman tentang karakter dalam praktek.
Praktek kejuruan bukan sekedar mahir menggunakan alat dan bahan tanpa
rambu-rambu dalam bekerja. Memberikan pengertian
pada siswa bahwa dalam menyelesaikan sebuah tugas bukan siapa yang paling mahir
atau siapa yang lebih duluan tuntas namun bagaimana karakter yang dapat
dibangun dari setiap tugas yang diberikan.
Disiplin dan bertanggung jawab dalam menggunakan alat dan bahan
praktek. Taat azas sesuai Standar
Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan setiap langkah-langkah kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di
lingkungan tempat praktek. Saling bantu,
gotong royong dan saling melengkapi kekurangan temannya dalam menuntaskan satu
pekerjaan praktek. Memupuk kerja sama dalam
diskusi kelompok dan menggali informasi dalam menyelesaikan suatu laporan praktek.
Fakta
keempat, bahwa kelas yang saya ajar di SMK ini bukanlah kelas dari jurusan berbasis
multimedia atau berbasis komputer seperti jurusan lain yang ada di sekolah
saya. Maka saya pun memutar otak
bagaimana agar siswa yang masuk pada jurusan pertanian bukan hanya memahami
ilmu pertanian akan tetapi mempunyai skill di bidang komputer. Memadukan media pembelajaran berupa buku ajar
digital, penilaian harian berbasis online, dan penugasan lain yang memungkinkan
siswa berinteraksi dengan internet.
Pemahaman bahwa teknologi dan pengetahuan selalu berjalan beriringan
bisa menambah wawasan peserta didik. Dan
tentunya pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bersemangat.
Fakta terakhir bahwa
komunikasi yang saya bangun layaknya komunikasi sebagai seorang sahabat. Mengingat peserta didik saya adalah remaja,
saya berusaha menyelami apa yang mereka rasakan. Candaan disela-sela pembelajaran atau
praktikum membuat suasana lebih mencair.
Penanganan siswa lebih kepada menggali penyebab masalah, bukan
menginterogasi. Mereka akan lebih merasa
dihargai apabila tidak diinterogasi di depan teman-temannya. Memberi nasehat dengan cara menceritakan
hal-hal inspiratif dengan harapan siswa termotivasi.
***********************************feb20syl*****************************************
Catatan Penulis,
Tulisan ini sebagai tugas akhir pada kelas Menulis Online yakni Kelas Menulis Antologi Opini Pendidikan (KMA - OP 19) pada sebuah grup telegram Sahabat Guru Super Indonesia (SGSI). Buku ini diberi judul " Dua Suara dalam Benak Guru - Pengatur Lalu Lintas Udara atau Seorang Arsitek?" Diterbitkan oleh Yayasan Anak Bangsa Indonesia, Kota Bogor. Cetakan pertama Maret 2020.
Terima kasih untuk pengampu kelas sekaligus penyunting Master Eka Wardana dan segenap tim SGSI- KMA OP 19 atas lahirnya buku ini. Semoga membawa manfaat bagi pembacanya.
Andai Aku Jadi Master Eka
TUGAS SERBA-SERBI KMA OP 19
********************************
ADA KARYA BERARTI ADA USAHA
Sahabatku, seorang penulis handal, terlahir melalui proses panjang. Yang telah kita lalui bersama dalam KMA-OP 19 merupakan proses yang penuh kesan, pesan, kritik dan saran. Dari proses ini, saya yakin dan optimis, sahabatku akan menjadi penulis handal, yang menulis dari hati dan jiwa.
Malam ini terasa berbeda. Setelah kelas menulis daring KMA 19 di SGSI berakhir, aku merasa harus beristirahat. Si Honey sudah terlelap dari tadi. Aku harus segera beristirahat karena terlalu lelah. Setiap hari disibukkan dengan membaca karya-karya guru, mengkurasi karya mereka ataupun pelatihan di beberapa tempat. Semangat sahabat guru-guru senusantara dalam menulis di kelas ini telah membuatku mampu menganalisis bagai variasi rasa permen Nano-nano, terkadang kesal, terharu, bangga, bahagia dan terpingkal. Yang sangat membuatku terharu pada kelas malam ini adalah hampir seluruh peserta hafal bagaimana ungkapan penyemangat dan caraku memotivasi kelas agar tak berhenti menghadirkan karya berkualitas. Sungguh ini adalah kebanggaanku.
Menjadi pengampu sebuah kelas antologi itu sangat menyenangkan. Di kelas ini banyak guru hebat senusantara yang bisa membuat kelas ini bergairah. Sebagian peserta tergesa-gesa suka menggoda dengan harapan tulisannya segera diberi umpan balik. Peserta lain semakin berpetualang dengan mengasah keterampilan menulis. Makin cermat setiap diberi tugas.
Menjadi penulis mencerminkan karakter pribadi. Harapan selalu terpatri semoga kelas antologi semakin melahirkan penulis berkarakter.
Maafkan, ketika umpan balik yang saya kirimkan mengusik tidur menjadi tak nyenyak, menggugah rasa amarah, menampik asa yang sudah memuncak, mengharapkan tidak ada revisi lagi. Tapi alangkah senangnya hati ini setelah revisi selesai, tulisan dimuat, hilang semua beban yang ada, kemudian berganti dengan keharuan, kegembiraan dan keberhasilan.
Sahabatku, membaca hasil karya para sahabat semua, membuat saya tak tahan untuk berkata.... amboi luar biasa karya guru masa depan... Terus berkarya dengan riang gembira.
Sriyanti Ladiku-113- Palu
Sayu Putu Yastuti -103_Tabanan
Mudmainah_70_Bogor
********************************feb20*********************************************
Sabtu, 21 Maret 2020
TANGKAL DENGAN IKHTIAR DAN TAWAKAL
Social distancing dan lockdown tiba-tiba menjadi suatu kata yang viral saat ini seiring merebaknya virus covid-19. Social distancing bisa diartikan mengurangi interaksi dengan lingkungan sosial. Mengurangi aktivitas di luar rumah. Semua dilakukan dari rumah. Kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah pun dilakukan di rumah. Mengurangi pergi-pergi ke tempat yang menjadi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, tempat ibadah, tempat rekreasi, terminal, stasiun, bioskop dan tempat lain yang memungkinkan berkumpulnya banyak orang.
Lockdown bisa diartikan sebagai penerapan karantina. Artinya negara melakukan pelarangan terhadap warganya untuk keluar ataupun masuk dari suatu wilayah atau negara.
Mengapa social distancing dan lockdown penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19? Sebuah makhluk tak kasat mata namun mampu melumpuhkan aktivitas seluruh dunia. Melumpuhkan segala aktifitas secara global. Virus yang awalnya hanya menyerang kota Wuhan di China dengan sangat cepat menginfeksi hampir semua negara di dunia.
Nah bagaimana jika kita terpaksa harus keluar rumah? Bagaimana dengan tenaga medis yang harus tetap melayani pasien? Para abang-abang ojek online, sopir angkot, pedagang di pasar yang menggantungkan hidupnya dari pendapatannya setiap hari?
Kita tidak pernah menyadari siapa yang sedang suspect terhadap virus ini di luar sana. Siapa yang sudah terpapar namun belum menunjukkan gejala sakit. Sehingga tindakan pencegahan dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini.
Beberapa tindakan preventif dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yakni :
Pertama, menggunakan masker saat keluar rumah. Tak perlu yang mahal. Dan tak perlu melakukan aksi borong masker sehingga menyebabkan harganya melambung.
Kedua, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
Ketiga, tidak bersalaman, tidak cipika cipiki, tidak mengusap mata, hidung dan mulut sebelum kita mencuci tangan (hal ini saat kita menyadari menyentuh benda atau barang di tempat umum seperti pegangan eskalator, tombol lift, pegangan pintu, tepi meja resepsionis atau meja lobby, keranjang belanja, troly dan sebagainya).
Keempat, menjaga jarak kurang lebih 1 meter saat berbicara dengan orang lain.
Kelima, segera mandi saat pulang ke rumah ketika selesai beraktifitas.
Melakukan usaha pencegahan adalah
bagian dari ikhtiar. Mendisiplinkan diri tak harus menunggu instruksi
pemerintah. Tak memandang remeh dengan
menganggap ini lelucon, sehingga tak mengindahkan anjuran pemakaian masker
ketika beraktifitas di luar. Anggapan
bahwa orang di sekitar belum terjangkiti. Wallahualam. Kita tak pernah tahu akan takdirNya.
Menganggap sehat sehingga bisa kemana-mana
tapi virus sudah bersarang dalam diri sehingga tak menyadari orang lain ikut
tertular. Sungguh ini adalah perilaku
tak bertanggung jawab.
Sebagai orang yang beragama sudah sepatutnya kita tetap memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa Allah SWT agar terhindar dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Ikhtiar hendaknya diiringi dengan tawakal. Berserah diri kepada Allah SWT.
Virus covid-19 membuat kita belajar bahwa banyak hal tanpa kita sadari telah diabaikan. Ada kebesaran Tuhan disana. Rasa syukur akan nikmat kesehatan tak sejalan dengan upaya menjaganya. Tentang kerja setiap makhluk bahkan yang tak kasat mata, semua tunduk akan perintah Sang Kuasa.
Hari ini kita tersadar dari kesombongan sebagai makhluk yang berakal bahwa kita tak berdaya dibawah kendali sebuah makhluk Tuhan yang tak memiliki kesempurnaan seperti kita, virus.
Tiada daya dan upaya selain tetap bermohon kepadaNya. Senantiasa mendekatkan diri, seraya memohon ampun dan petunjuk. Hanya kepadaNya tempat bergantung. Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir.
Jumat, 20 Maret 2020
Cara Mudah Membuat Bokashi
Pemupukan dalam dunia pertanian dapat diartikan sebagai usaha penambahan unsur hara ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertumbuhan tanaman budidaya menjadi lebih maksimal.
Sedangkan pupuk adalah bahan/material yang ditambahkan ke dalam tanah/tanaman baik organik maupun anorganik sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
Pupuk dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yakni senyawa organik yang merupakan hasil pelapukan dari bahan-bahan organik. Contoh pupuk organik : pupuk kandang, kompos, bokashi, pupuk guano. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk buatan pabrik yang mengandung senyawa kimia anorganik. Contoh pupuk anorganik urea, TSP, KCL, Phonska dll.
Salah satu pupuk organik yang akan kita bahas yakni bokashi. Bokashi diambil dari bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang terfermentasi. Bokashi sebetulnya adalah kompos yakni pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah tidak digunakan lagi, seperti daun kering, jerami, sekam, gulma dan potongan-potongan ranting yang kecil.
Yang membedakan adalah kompos difermentasi secara alami dengan waktu yang agak lama kurang lebih sebulan. Sedangkan bokashi hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat kurang lebih 10-15 hari untuk proses fermentasinya.
Mengapa waktu fermentasi bokashi lebih singkat dibanding kompos? Hal ini karena pada proses pembuatan pupuk bokashi terdapat pencampuran dengan bahan EM (Efective Microorganisme) yang dapat mempercepat dekomposisi atau proses pengomposan.
Efective Microorganisme (EM) yaitu campuran mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dari tanah maupun tanaman sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan produksi tanaman. EM mengandung bakteri seperti Lactobacillus sp, bakteri fotosintetik, bakteri penghasil asam laktat Streptomyces sp, bakteri pelarut posfat dan ragi.
Cara pembuatan pupuk bokashi
- Alat : Cangkul, Sabit, Termometer, Plastik/karung, Ember, Pengaduk, Timbangan.
- Bahan :
- Jerami, Sekam/bekatul, dedaunan kering/gulma, : 10 %
- Pupuk kandang : 30 %
- EM4 : 5-7 tutup botol
- Gula pasir/gula jawa : 5-7 sendok
- Air : 10 liter
3. Cara Kerja :
- Siapkan alat dan bahan serta tempat yang ternaung dari sinar matahari langsung dan hujan.
- Potong jerami kurang lebih 1 cm dan campur dengan bekatul/sekam.
- Buatlah larutan EM4 dan gula dalam air, aduk sampai merata.
- Lakukan penyiraman pada campuran bahan sampai kadar air bahan bokashi mencapai batas lembab.
- Tutuplah dengan plastik atau masukkan ke dalam karung.
- Lakukan pengontrolan suhu minimal sehari sekali. Pertahankan suhu sekitar 40-50 0C. Jika suhu terlalu tinggi lakukan pencampuran kembali terhadap bahan.
- Setelah 10-15 hari bahan pupuk bokashi sudah jadi dan siap digunakan.
(Sumber : Modul Mengendalikan Gulma, P4TK Vedca, Cianjur).
Tutorialnya dapat dilihat pada link youtube kami di channel atph smkn 3 sigi
https://youtu.be/Oy3pfdhOZDs
Semoga bermanfaat.
---------------syl-----------------
Tips Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah
Penggunaan pupuk bagi tanaman menjadi salah satu penunjang keberhasilan budidaya tanaman. Tanpa pemberian pupuk buatan, sebenarnya tanah sudah memiliki unsur hara esensial bagi tanaman. Penanaman berulang, menipisnya lapisan topsoil, perubahan sifat fisik dan kimia tanah sangat berpengaruh terhadap miskinnya hara dalam tanah.
Oleh sebab itu penambahan pupuk sangat dianjurkan demi meningkatkan produktifitas tanaman. Hal ini sejalan dengan intensifikasi di bidang pertanian.
Pemupukan termasuk salah satu intensifikasi pertanian selain pengolahan tanah yang baik, pengairan/irigasi yang teratur, pemilihan bibit unggul dan pengendalian hama penyakit.
Penjelasan tentang pupuk ini bisa mengunjungi link yang pernah ditulis sebelumnya https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=758856503526975077#editor/target=post;postID=498294495250646251;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=1;src=postname
Kali ini kita akan membahas tentang pupuk organik lainnya, yaitu pupuk organik cair (POC).
POC adalah salah satu contoh pupuk organik, selain kompos, bokashi dan pupuk kandang. Yang membedakan adalah cara aplikasinya ke tanaman.
Jika kompos dan bokashi adalah pupuk organik berbentuk padat yang aplikasinya dengan cara disebar atau dibenamkan ke dalam tanah. Maka pupuk organik cair dapat diberikan dengan cara disiram atau disemprot ke tanaman.
Berikut ini akan diuraikan cara pembuatan POC.
Bahan :
Limbah buah dan sayuran sebanyak 1 kg, gula jawa 200 gram, air cucian beras 800 cc dan air 4 liter.
Alat :
Wadah, pengaduk, gelas ukur, timbangan, blender dan pisau.
Cara kerja :
- Potong-potong limbah buah dan sayuran lalu blender.
- Larutkan gula jawa ke dalam air cucian beras. Lalu campurkan ke dalam buah dan sayur yang sudah diblender tadi.
- Tambahkan air. Masukkan dalam wadah tertutup. Simpan di tempat yang tidak terkena cahaya.
- Lakukan pengadukan setiap 3-4 hari.
- Setelah 15 hari POC siap digunakan.
Cara aplikasi ke tanaman :
- Untuk tanaman buah bisa aplikasikan dengan perbandingan 1:5 (1 bagian POC dan 5 bagian air).
- Untuk perangsang buah sebaiknya tanaman dipangkas terlebih dahulu kemudian POC disemprotkan ke bekas pangkasan tadi untuk merangsang keluarnya bunga dan buah.
--------------
Kali ini siswa-siswi jurusan ATPH SMKN 3 Sigi akan mempraktekkan cara membuat POC dari limbah buah dan sayuran.
Silahkan kunjungi channel kami di youtube : Channel ATPH SMKN 3 Sigi.
https://www.youtube.com/watch?v=7yYooQhtDrw&t=8s
Semoga bermanfaat.
--------------------------syl--------------------------------
Tutorial Membuat Pestisida Nabati dari Tembakau
Assalamualaikum...
Pestisida adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengendalikan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) baik hama, penyakit ataupun gulma yang menyerang tanaman di lahan pertanian. Biasanya petani sangat suka menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang banyak dijual di pasaran.
Nah kali ini kami dari Jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) SMK Negeri 3 Sigi akan mencoba membuat pestisida nabati dari tembakau.
Pestisida nabati adalah pestisida yang dihasilkan dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan. Salah satunya adalah pestisida yang berasal dari tembakau.
Tujuan penggunaan pestisida nabati ini adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan dari segala pencemaran termasuk oleh pestisida, menjaga kualitas produksi pertanian agar senantiasa sehat, menjaga musuh alami OPT agar tidak ikut punah dan tentunya lebih efisien.
Silahkan klik linknya untuk mengetahui tutorialnya di channel kami. Jika bermanfaat jangan lupa like, share dan subscribe yaa... Dan jangan lupa aktifkan loncengnya biar kamu tahu jika ada pemberitahuan tentang tutorial selanjutnya. Terima kasih.
Semoga bermanfaat yaa...
Tutorial Membuat Cover Buku, flayer, brosur dll dengan Aplikasi Canva
Assalamualaikum sahabat guru hebat se-Nusantara..
Berikut ini tutorial tentang cara membuat cover buku, flyer, label nama, pamflet, brosur dll dengan menggunakan aplikasi canva melalui android.
Silahkan kunjungi link youtube kami di https://www.youtube.com/watch?v=FtFk8TjcBLo&t=1s
Jika suka jangan lupa like, share dan jangan lupa subscribe agar Anda bisa mendapatkan tutorial bermanfaat lainnya dari channel kami.
Semoga bermanfaat ya..
=====================syl===========================
Tutorial Membuat Buku Ajar Digital
Assalamualaikum,
Bapak/ibu guru hebat se-Nusantara.
Buku ajar digital adalah sebuah bahan ajar alternatif yang dapat kita gunakan dalam tugas kita sehari-hari di sekolah. Guru tak perlu membawa buku atau modul tebal ke dalam kelas. Cukup membagikan file ke siswa. Siswa dapat membukanya di komputer yang ada di labkom sekolah bahkan pada laptop di rumah. Siswa dapat mengerjakan tugas dengan mempelajari materi melalui buku ajar digital. Tampilannya pun sangat menarik dan interaktif
Oh ya, sebelumnya dalam membuat buku ajar digital ini, file dari buku ajar harus sudah tersedia dalam bentuk file PDF, jadi kita tinggal mengconvertnya menjadi buku ajar digital dengan menggunakan aplikasi 3D Pageflip Profesional.
Berikut ini saya bagikan tutorial cara membuat buku ajar digital dengan menggunakan aplikasi 3D Pageflip Profesional. Semoga bermanfaat.
Silahkan klik https://www.youtube.com/watch?v=qRunCSTm2iQ&t=6s
==========================syl============================================
Cara mudah menyingkat link dengan bit.do
Assalamualaikum....
Bagaimana cara mudah membuat shorlink atau menyingkat link supaya mudah diingat dan dishare. Nah biasanya saking banyaknya konten yang kita buat, suka bingung tuh gimana milih linknya. Misalnya pada saat kita buat evaluasi, yang mana nih link buat kelas X, mana link buat ulangan, tes harian, semester, atau link dari konten lainnya.
Berikut ini kalian bisa nonton tutorialnya melalui https://www.youtube.com/watch?v=qAQXPhQBnM4
Semoga bermanfaat yaa....
===================================syl=============================
BABAK BARU PENDIDIKAN INDONESIA - KMA OP 18
Ujian
Nasional ditiadakan? Awalnya timbul pertanyaan, apa yang nantinya akan menjadi
tolok ukur keberhasilan siswa dalam mencapai suatu kompetensi? Bagaimana
mempersiapkan sumber daya pengajarnya dalam menghadapi regulasi baru? Dan
berbagai bertanyaan lainnya.
Dengan
adanya UN seluruh komponen sekolah termasuk orang tua bahu membahu
mempersiapkan datangnya UN. Les-les
tambahan diikuti oleh siswa diluar jam pelajaran wajib di sekolah. Orang tua mendorong anaknya untuk lebih giat
lagi belajar dalam menghadapi UN. Guru
bekerja keras mempersiapkan soal-soal pengayaan, membahasnya dulu sebelum
diberikan kepada siswa. Pihak sekolah
mempersiapkan segala sarana prasarana penunjang demi suksesnya ujian nasional. Semua bahu membahu mempersiapkan sebuah ujian
yang berstandar nasional. Sebuah ujian
yang hanya dilihat dari segi kognitif.
Kenyataan
di lapangan membuat miris. Sebagian
siswa menganggap UN adalah sebuah akhir perjuangan dalam menempuh sebuah
jenjang pendidikan. Sehingga dibutuhkan perjuangan
mati-matian bahkan dengan segala cara dalam menghadapinya, dan bahkan terkesan jauh
dari sebuah kejujuran. Membeli kunci
jawaban secara online, mengcopy bocoran soal dan lain sebagainya yang jauh dari
kata jujur. Mengapa siswa menjadi tidak
jujur dalam menghadapi ujian? Hal ini
karena sebuah standar kelulusan adalah nilai yang berbentuk angka yang
dikategorikan “baik” menjadi sangat penting dibanding sebuah kejujuran.
Jika
kita mencoba menilik kembali dari arti kata pendidikan berdasarkan Kamus Besar
Bahasa Indonesia yakni berasal dari kata “didik” yang mempunyai arti memelihara
dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan
pikiran. Sedangkan “pendidikan” yakni
proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara,
perbuatan mendidik. Sehingga dapat kita
cermati dari definisi tersebut bahwa sebuah pendidikan adalah cara atau usaha
mendewasakan seseorang dalam hal akhlak dan kecerdasan pikiran. Pendidikan bukan sekedar ”nilai yang baik”.
Seperti
dimuat dalam Kompas.com bahwa mulai tahun 2021 diwacanakan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Makariem siswa tidak lagi akan mengikuti
ujian nasional sebagai syarat kelulusan.
Sebagai gantinya akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan
Survei Karakter. Kebijakan ini menjadi
satu dari empat kebijakan yang digagas oleh Bapak Menteri dalam program
“Merdeka Belajar”.
Asesmen
Kompetensi Minimum dan Survei Karakter terdiri dari kemampuan bernalar
menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar dengan menggunakan matematika
(numerasi) serta penguatan karakter.
Siswa tidak lagi menghafalkan suatu materi atau teori. Siswa tidak lagi mengerjakan soal pilihan
ganda atau esay sebagai bentuk ujian dari hafalan sebuah teori. Namun siswa melakukan penalaran dari tutur
bahasa (literasi) dan penalaran matematik untuk mengungkapkan sebuah materi
atau teori. Siswa boleh mengajar (tutor
sebaya) tanpa merasa jumawa (memupuk karakter rendah hati), tetap mengedepankan
penghormatan kepada orang yang lebih tua/guru yang telah mengajar. Menanamkan sikap dan prilaku yang baik dalam
kemerdekaan berpikir.
Bentuk asesmen akan
membuka peluang yang lebih luas bagi siswa.
Penilaian bukan hanya dari segi kognitif namun ada aspek lain yang dipunyai
si anak tapi selama ini diabaikan yakni kemampuan skill, karakter, kemampuan
berpikir kritis dan penalaran. Saatnya
guru merdeka. Merdeka mengajar,
membimbing dan mengarahkan siswa sesuai bakat dan minat yang dipunyainya. Mendidik dengan menemukan suatu potensi yang
unik dari anak dan membantunya menemukan sisi terbaik dari dirinya. Tentunya tetap dibarengi pengetahuan sebagai
modal utama menambah wawasan serta pembinaan karaktek yang baik.
=========================================================================
Penulis adalah salah satu kontributor dalam Buku 1 SELAMAT TINGGAL UN ! Sebuah buku Antologi Opini Pendidikan SGSI Kelas Menulis Antologi Opini Pendidikan Angkatan ke-18. Penerbit Yayasan Anak Bangsa Indonesia Kota Bogor. Penyunting Eka Wardana. Cetakan pertama Februari 2020.
============================syl===========================================
============================syl===========================================
Langganan:
Komentar (Atom)







