Sabtu, 28 Maret 2020

Reminder my self

Katanya gempa semalam? Begitu banyak Allah kasih kita petunjuk untuk lebih dekat denganNya. Bukan jadi candaan.
Segala istilah corona dijadikan lelucon, kuliner dinamai corona, jaga jarak dijadikan candaan, masker mahal, APD jarang semua dijadikan meme.
Inilah saatnya kita diberi "libur". Saat yang seharusnya lebih banyak introspeksi diri.  Saat ini tak boleh ibadah di mesjid.  Ini teguran keras dariNya.  Mungkin saat kita diberi keleluasaan beribadah di rumah Allah,  FB, IG, WA dan twitteran lebih menarik. Kalaupun ibadah di rumah selalu dilakukan diakhir waktu.  Berjam-jam mengintip aktifitas terbaru sahabat di sosmed lebih menarik dibanding tilawah.  Lebih banyak paketan data dari pada sedekah.  Lebih senang mencuci batin ke mall dari pada ke majelis ilmu.

Memandang segala sesuatu dari perspektif negatif.  Silang pendapat kerap terjadi.  Kitalah yang paling benar, tak pernah ada yang benar dimata kita.
Ibadah dipamer, sedekah seiprit diumbar, maksiat dipendam dalam-dalam.

Begitu banyak kesalahan kita Ya Allah.  Ampuni kami, bekal kami belum cukup menghadapMu.  Percayakan kami untuk  menjemput RamadhanMu. Istiqamahkan kami bukan hanya saat bulan suci.

Gempa, likuifaksi, tsunami belum hilang dari ingatan. Masih tampak bekasnya di depan mata. Saat ini makhluk paling renik tak kasat mata menguasai dunia.  Melumpuhkan segala aktifitas. Hal yang biasanya bebas dilakukan menjadi kurang leluasa.  Perekonomian menurun.  Mereka yang terpaksa bekerja di luar, rela terpapar oleh virus.

Masih belum cukupkah peringatan ini?Masih mau dijadikan bahan candaan?
Astaghfirullah.
Self reminder.***

29/03/2020, 04 Syaban 1441 H, 25 hari jelang Ramadhan.

Kamis, 26 Maret 2020

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI GURU DAN SISWA AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA (ATPH)

BAB I
PENDAHULUAN
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibangun pemerintah dengan tujuan untuk menyiapkan peserta didik yang bukan hanya memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan tetapi lebih utama lagi mahir dari segi psikomotorik atau keterampilan sesuai dengan kompetensi keahlian dari jurusan yang ditawarkan oleh masing-masing SMK.  Sekolah Menengah Kejuruan adalah sekolah yang mengajarkan tentang mata pelajaran adaptif, normatif dan produktif dengan bentuk penilaian terdiri dari aspek penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. 
Untuk mata pelajaran produktif pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dituntut kemampuan seorang guru tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuannya tetapi bagaimana guru mampu menerapkan, mempraktekkan atau memodifikasi dalam bentuk keterampilan atau pembelajaran yang menitikberatkan pada praktek atau unjuk kerja.  Sesuai dengan visi Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura  yakni mencetak peserta didik yang mandiri dan terampil di bidang pertanian. 
Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam mata pelajaran produktif mensyaratkan keterampilan dari seorang guru dalam menggunakan berbagai bahan dan peralatan praktek sesuai standar operasional prosedur (SOP).  Kecakapan dalam menggunakan berbagai bahan dan alat praktek harus pula memperhatikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).  Ketidaktahuan atau ketidakmampuan guru dalam mempergunakan berbagai alat dan bahan akan berakibat fatal terhadap keselamatan kerja baik dirinya maupun peserta didik.
Menjadi guru produktif di bidang pertanian bukan hanya memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi diri sendiri dan peserta didik namun kesehatan lingkungan juga harus turut diperhatikan.  Bidang pertanian yang berkecimpung langsung dengan alam atau lingkungan dituntut pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah dari sisa praktek seperti sampah/kemasan pestisida, pupuk dan obat-obatan agar tidak ikut mencemari lingkungan di sekitar sekolah. 
Dalam hal penggunaan alat pelindung diri (APD) pun petani atau perusahaan yang bergerak di bidang pertanian sering menganggap remeh hal tersebut.  Hal ini yang sering dilupa oleh para petani disekitar kita sehingga kehadiran siswa dan guru pertanian diharapkan mampu  menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk dapat ditularkan kepada para petani atau perusahaan di bidang pertanian.  Khususnya dalam hal penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).



BAB II
PEMBAHASAN
1.        Keselamatan Kerja
Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sehari harinya berkecimpung dengan mata pelajaran produktif pertanian yang senantiasa melakukan praktek disamping pembelajaran teori.  Dalam Kurikulum 2013 pembahasan mata pelajaran produktif pertanian, siswa ditanamkan suatu konsep yang berhubungan dengan penilaian sikap dan pengetahuan.  Penilaian sikap berhubungan dengan spiritual yang menanamkan rasa syukur terhadap Sang pencipta.  Atas kekuasaanNya dapat menciptakan benih menjadi bibit, bibit kecil tumbuh menjadi tanaman dewasa sampai menghasilkan buah ataupun bagian lain.  Rasa syukur akan adanya faktor lingkungan lainnya seperti adanya unsur hara dalam tanah, cahaya matahari, hujan, dan faktor abiotik lainnya yang dapat membantu kelangsungan hidup tanaman sehingga dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan dan kemaslahatan hidup umat manusia.
Unsur sikap dalam mata pelajaran produktif pertanian lainnya adalah dalam mengamalkan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, peduli, teliti, dan cermat.  Penggunaan peralatan praktek yang digunakan sesuai SOP akan menjauhkan siswa dari kecelakaan kerja yang fatal apabila peserta didik menerapkan sikap disiplin, cermat, teliti dan bertanggung jawab.  Kepedulian dalam membantu temannya yang belum faham dalam menggunakan suatu alatpun dapat dinilai dari diri seorang siswa.
Dari aspek pengetahuan siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dituntut untuk dapat memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan tentang suatu fakta, konsep dan prosedur berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.  Rangkaian penilaian dari aspek sikap dan pengetahuan dapat dilaksanakan bersama dengan penilaian aspek keterampilan.
Penilaian keterampilan yang terdapat dalam kurikulum 2013 siswa SMK dinilai dalam segi unjuk kerja/praktek, proses, produk dan proyek.  Siswa dianggap kompeten jika melakukan suatu rangkaian kerja/praktek baik mendemonstrasikan, mengoperasikan, membuat, memproduksi, mengemas, dan lain sebagainya.
Pelaksanaan praktek siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura tidak lepas dari penggunaan bahan dan alat praktek.  Seorang guru yang memiliki kompetensi di bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura hendaknya membekali dirinya terlebih dahulu dengan sejumlah pengetahuan dan keterampilan di bidang kompetensi pertanian.  Guru dan siswa pertanian akan bergelut dengan bahan-bahan kimia seperti insektisida, herbisida, fungisida, pupuk baik organik maupun anorganik.  Sedangkan alat praktek terdiri dari alat konvensional seperti gunting pangkas, gunting stek, pisau okulasi, cangkul, parang, mesin paras, sprayer, ataupun alat modern seperti traktor, cultivator, alat pencacah rumput, mesin perontok padi, mesin pengemas dan lain-lain.  Alat praktek tersebut selain tajam juga menggunakan aliran listrik atau bahan bakar sebagai penggeraknya. 
Kecakapan dan kompetensi seorang guru dalam mengikuti prosedur kerja suatu alat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) akan lebih terasah jika frekwensi penggunaan alat lebih sering dilakukan.  Dengan mengetahui karakteristik suatu alat akan meminimalisir atau mencegah timbulnya kecelakaan kerja.

2.        Kesehatan Kerja
Selain keselamatan kerja, kesehatan kerja juga menjadi hal penting dalam unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).  Kesehatan kerja merupakan suatu upaya untuk menjaga kesehatan para pekerja dari segala resiko yang ditimbulkan baik dari pekerjaan maupun lingkungan kerjanya.
Terhindar atau terjaganya para pekerja dari akibat terpaparnya zat kimia, atau faktor penggunaan alat harus diperhatikan oleh perusahaan.  Hal ini berlaku pula bagi guru dan peserta didik program Agribisnis Tanaman.  Contohnya, pemahaman tentang dosis pupuk dan pestisida serta cara aplikasi di lapangan tentu harus sejalan dengan pemahaman dan keterampilan tentang cara penggunaan alat sprayer serta cara melindungi diri dari terpaparnya bahan-bahan kimia. 
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, topi, sepatu boot, sarung tangan, dan pakaian kerja (wearpack) tentulah sangat dibutuhkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan kerja bagi guru dan siswa pertanian. 
Faktor lingkungan dapat pula dipertimbangkan dalam hal kesehatan kerja.  Pelaksanaan aplikasi pestisida haruslah searah dengan arah angin, hindari cara aplikasi yang berlawanan arah angin yang akan mengakibatkan terpaparnya racun pestisida ke tubuh.  Faktor lingkungan lainnya yang harus diperhatikan adalah limbah dari kemasan pestisida ataupun pencucian alat yang mengandung pestisida (racun) hendaklah dilakukan sesuai prosedur sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
 
3.        Pencegahan Kecelakaan Kerja
Dalam pelaksanaan teknik budidaya tanaman Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sering muncul resiko-resiko yang dapat menimbulkan kecelakaan atau menimbulkan gejala-gejala kesehatan yang akan timbul akibat aktifitas di lapangan.  Untuk mencapai keamanan maksimal langkah awal dengan memastikan seluruh pekerja baik guru maupun peserta didik memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang dibuat sesuai jenis pekerjaannya.    
Dalam penggunaan Alat Pelindung Diri misalnya dalam proses pengolahan tanah selain topi sebagai pelindung kepala, pemakaian sepatu boot dan sarung tangan merupakan salah satu bentuk pencegahan terjadinya luka akibat terkena benda tajam, bekas potongan tanaman, ataupun kemungkinan kecelakaan lain.  Hal ini pun berlaku jika praktek yang dilaksanakan dalam ruangan  seperti laboratorium tak luput dari pemakaian alat pelindung diri berupa sarung tangan dan pakaian kerja khusus.
Kesiapan alat perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu.  Alat dengan cara pengoperasiannya melalui aliran listrik hendaknya dalam posisi off/mati sebelum dijalankan. Selanjutnya identifikasi secara dini tentang kemungkinan akibat yang akan ditimbulkan dari penggunaan alat yang tidak sesuai prosedur. 
Penggunaan label sebagai penanda pada komponen-komponen alat dan bahan pada pelaksanaan praktek di laboratorium juga menjadi perhatian guru.  Membiasakan peserta didik melabel bahan-bahan kimia baik yang belum maupun yang sudah tercampur merupakan bagian dari pencegahan kecelakaan kerja.  Hal ini juga dapat membangun karakter siswa untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. 
Sebaiknya disediakan pula alat pemadam kebakaran, kotak P3K, sabun dan air bersih.  Setelah praktek alat yang perlu dibersihkan dicuci dengan baik kemudian disimpan kembali sesuai jenis dan karakteristik alat.  Mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktifitas yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia atau pupuk.  Hal demikian dapat menanamkan karakter disiplin dan hidup bersih pada diri setiap peserta didik. 



BAB III
PENUTUP
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menitikberatkan pada pelaksanaan praktek/unjuk kerja untuk mencapai kompetensi yang tercantum dalam setiap tujuan pembelajaran yang merupakan penjabaran dari setiap Kompetensi Dasar selain aspek sikap dan pengetahuan.  Tentunya hal ini seiring dengan visi sekolah kejuruan pada umumnya yaitu mencetak tenaga terampil dan mandiri sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.
Pelaksanaan praktek di sekolah kejuruan menuntut kecakapan seorang guru dalam menggunakan bahan praktek dan mengoperasikan setiap alat.   Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) tidak lepas dari kegiatan praktek dalam setiap proses belajar mengajar.  Instruksi atau petunjuk penggunaan dari setiap alat hendaklah mengindahkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat tercapai apabila bahan dan alat praktek dioperasikan sesuai standard operasional prosedur (SOP). 
Sebelum melakukan praktek sebaiknya guru dapat mengidentifikasi kesiapan alat dan bahan.  Kerusakan atau penggantian alat dapat dideteksi sedini mungkin sebelum pelaksanaan kegiatan praktek sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.  Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) setiap melaksanakan praktek  pada peserta didik bidang pertanian menjadi langkah awal dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

*****************************0419syl**************************************

CERITA GURU DI KELAS- KMA OP 19

Ketika menjadi seorang guru dan ditanya guru seperti apakah saya? Pertanyaan yang berusaha saya jawab dengan sedikit bercerita bahwa saya layaknya seorang pengatur lalu lintas udara.  Keinginan agar semua berjalan pada jalurnya dan mencegah terjadinya tabrakan.  Bagi saya keberhasilan menjalankan tugas dapat dilihat dari keberhasilan siswa ketika mengikuti proses pembelajaran hingga mencapai tujuan pembelajaran.  Beberapa fakta dalam kelas sehubungan dengan hal tersebut dapat saya kemukakan disini.
Pertama, fakta bahwa mengenal karakteristik siswa itu penting.  Target menyelesaikan suatu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat saya menyadari bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar berbeda.  Diantara siswa terdapat beberapa anak yang mempunyai keterbatasan dalam hal menyelesaikan satu materi pelajaran.  Memberikan latihan sesuai karakteristik siswa akan membuat siswa dihargai kemampuannya.  Sebagai contoh ada anak yang menyenangi pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada olah fisik atau psikomotorik.  Ada pula siswa yang lebih senang jika tagihan tugasnya secara verbal atau lisan maupun tulisan.  Memberikan hak penilaian yang sama kepada anak membuat anak tuntas belajar, target pun tercapai. 
Fakta kedua, siswa lebih menyenangi metode pembelajaran variatif.  Penilaian keterampilan yang terdapat dalam kurikulum 2013 siswa SMK dinilai dari segi unjuk kerja/praktek, proses, produk dan proyek.  Siswa dianggap kompeten jika melakukan suatu rangkaian kerja/praktek baik mendemonstrasikan, mengoperasikan, membuat, memproduksi, mengemas, dan lain sebagainya.  Aspek keterampilan mendapat porsi lebih besar dibanding teori.  Disinilah saya dituntut untuk tidak monoton dalam menyampaikan materi.  Penyerapan materi oleh siswa dalam bentuk audio visual sebelum melakukan praktek cenderung lebih cepat dipahami dibanding penyampaian secara lisan.  Langkah-langkah kerja yang sistematis disajikan dalam bentuk video pembelajaran.  Siswa lebih bergairah dalam belajar dan memacu daya kreatifitas.  Dominasi saya sebagai guru dapat diminimalisir.
Ketiga, pemahaman tentang karakter dalam praktek.  Praktek kejuruan bukan sekedar mahir menggunakan alat dan bahan tanpa rambu-rambu dalam bekerja.  Memberikan pengertian pada siswa bahwa dalam menyelesaikan sebuah tugas bukan siapa yang paling mahir atau siapa yang lebih duluan tuntas namun bagaimana karakter yang dapat dibangun dari setiap tugas yang diberikan.  Disiplin dan bertanggung jawab dalam menggunakan alat dan bahan praktek.  Taat azas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan setiap langkah-langkah kerja.  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan tempat praktek.  Saling bantu, gotong royong dan saling melengkapi kekurangan temannya dalam menuntaskan satu pekerjaan praktek.  Memupuk kerja sama dalam diskusi kelompok dan menggali informasi dalam menyelesaikan suatu laporan praktek. 
Fakta keempat, bahwa kelas yang saya ajar di SMK ini bukanlah kelas dari jurusan berbasis multimedia atau berbasis komputer seperti jurusan lain yang ada di sekolah saya.  Maka saya pun memutar otak bagaimana agar siswa yang masuk pada jurusan pertanian bukan hanya memahami ilmu pertanian akan tetapi mempunyai skill di bidang komputer.  Memadukan media pembelajaran berupa buku ajar digital, penilaian harian berbasis online, dan penugasan lain yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan internet.  Pemahaman bahwa teknologi dan pengetahuan selalu berjalan beriringan bisa menambah wawasan peserta didik.  Dan tentunya pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bersemangat.
Fakta terakhir bahwa komunikasi yang saya bangun layaknya komunikasi sebagai seorang sahabat.  Mengingat peserta didik saya adalah remaja, saya berusaha menyelami apa yang mereka rasakan.  Candaan disela-sela pembelajaran atau praktikum membuat suasana lebih mencair.  Penanganan siswa lebih kepada menggali penyebab masalah, bukan menginterogasi.  Mereka akan lebih merasa dihargai apabila tidak diinterogasi di depan teman-temannya.  Memberi nasehat dengan cara menceritakan hal-hal inspiratif dengan harapan siswa termotivasi.

***********************************feb20syl*****************************************

Catatan Penulis,
Tulisan ini sebagai tugas akhir pada kelas Menulis Online yakni Kelas Menulis Antologi Opini Pendidikan (KMA - OP 19) pada sebuah grup telegram Sahabat Guru Super Indonesia (SGSI).  Buku ini diberi judul " Dua Suara dalam Benak Guru -  Pengatur Lalu Lintas Udara atau Seorang Arsitek?"  Diterbitkan oleh Yayasan Anak Bangsa Indonesia, Kota Bogor.  Cetakan pertama Maret 2020.
Terima kasih untuk pengampu kelas sekaligus penyunting Master Eka Wardana dan segenap tim SGSI- KMA OP 19 atas lahirnya buku ini.  Semoga membawa manfaat bagi pembacanya.



Andai Aku Jadi Master Eka

TUGAS SERBA-SERBI KMA OP 19
********************************

ADA KARYA BERARTI ADA USAHA

Sahabatku, seorang penulis handal, terlahir melalui proses panjang.  Yang telah kita lalui bersama dalam KMA-OP 19 merupakan proses yang penuh kesan, pesan, kritik dan saran.   Dari proses ini, saya yakin dan optimis, sahabatku akan menjadi penulis handal, yang menulis dari hati dan jiwa.

Malam ini terasa berbeda. Setelah kelas menulis daring KMA 19 di SGSI berakhir, aku merasa harus beristirahat. Si Honey sudah terlelap dari tadi. Aku harus segera beristirahat karena terlalu lelah. Setiap hari disibukkan dengan membaca karya-karya guru, mengkurasi karya mereka ataupun pelatihan di beberapa tempat. Semangat sahabat guru-guru senusantara dalam menulis di kelas ini telah membuatku mampu menganalisis bagai variasi rasa permen Nano-nano, terkadang kesal, terharu, bangga, bahagia dan terpingkal. Yang sangat membuatku terharu pada kelas malam ini adalah hampir seluruh peserta hafal bagaimana ungkapan penyemangat dan caraku memotivasi kelas agar tak berhenti menghadirkan karya berkualitas. Sungguh ini adalah kebanggaanku.

Menjadi pengampu sebuah kelas antologi itu sangat menyenangkan. Di kelas ini banyak guru hebat senusantara yang bisa membuat kelas ini bergairah. Sebagian peserta tergesa-gesa suka menggoda dengan harapan tulisannya segera diberi umpan balik.  Peserta lain semakin berpetualang dengan mengasah keterampilan menulis.  Makin cermat setiap diberi tugas.

Menjadi penulis mencerminkan karakter pribadi. Harapan selalu terpatri semoga kelas antologi semakin melahirkan penulis berkarakter.

Maafkan, ketika umpan balik yang saya kirimkan mengusik tidur menjadi tak nyenyak, menggugah rasa amarah, menampik asa yang sudah memuncak, mengharapkan tidak ada revisi lagi.  Tapi alangkah senangnya hati ini setelah revisi selesai, tulisan dimuat, hilang semua beban yang ada, kemudian berganti dengan keharuan, kegembiraan dan keberhasilan.

Sahabatku, membaca hasil karya para sahabat semua, membuat saya tak tahan untuk berkata.... amboi luar biasa karya guru masa depan... Terus berkarya dengan riang gembira.


Sriyanti Ladiku-
113- Palu
Sayu Putu Yastuti -
103_Tabanan
Mudmainah_70_Bogor


********************************feb20*********************************************

Sabtu, 21 Maret 2020

TANGKAL DENGAN IKHTIAR DAN TAWAKAL

Social distancing dan lockdown tiba-tiba menjadi suatu kata yang viral saat ini seiring merebaknya virus covid-19.  Social distancing bisa diartikan mengurangi interaksi dengan lingkungan sosial. Mengurangi aktivitas di luar rumah. Semua dilakukan dari rumah.  Kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah pun dilakukan di rumah.  Mengurangi pergi-pergi ke tempat yang menjadi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, tempat ibadah, tempat rekreasi, terminal, stasiun, bioskop dan tempat lain yang memungkinkan berkumpulnya banyak orang.

Lockdown bisa diartikan sebagai penerapan karantina. Artinya negara melakukan pelarangan terhadap warganya untuk keluar ataupun masuk dari suatu wilayah atau negara. 

Mengapa social distancing dan lockdown penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19? Sebuah makhluk tak kasat mata namun mampu melumpuhkan aktivitas seluruh dunia. Melumpuhkan segala aktifitas secara global.  Virus yang awalnya hanya menyerang kota Wuhan di China dengan sangat cepat menginfeksi hampir semua negara di dunia. 



Nah bagaimana jika kita terpaksa harus keluar rumah? Bagaimana dengan tenaga medis yang harus tetap melayani pasien? Para abang-abang ojek online, sopir angkot, pedagang di pasar yang menggantungkan hidupnya dari pendapatannya setiap hari?


Kita tidak pernah menyadari siapa yang sedang suspect terhadap virus ini di luar sana.  Siapa yang sudah terpapar namun belum menunjukkan gejala sakit.  Sehingga tindakan pencegahan dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini.


Beberapa tindakan preventif dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yakni :


Pertama, menggunakan masker saat keluar rumah. Tak perlu yang mahal. Dan tak perlu melakukan aksi borong masker sehingga menyebabkan harganya melambung. 
Kedua,  sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
Ketiga, tidak bersalaman, tidak cipika cipiki, tidak mengusap mata, hidung dan mulut sebelum kita mencuci tangan (hal ini saat kita menyadari menyentuh benda atau barang di tempat umum seperti pegangan eskalator, tombol lift, pegangan pintu, tepi meja resepsionis atau meja lobby, keranjang belanja, troly dan sebagainya).
Keempat, menjaga jarak kurang lebih 1 meter saat berbicara dengan orang lain.
Kelima, segera mandi saat pulang ke rumah ketika selesai beraktifitas.

Melakukan usaha pencegahan adalah bagian dari ikhtiar.  Mendisiplinkan diri tak harus menunggu instruksi pemerintah.  Tak memandang remeh dengan menganggap ini lelucon, sehingga tak mengindahkan anjuran pemakaian masker ketika beraktifitas di luar. Anggapan bahwa orang di sekitar belum terjangkiti. Wallahualam.  Kita tak pernah tahu akan takdirNya.  

Menganggap sehat sehingga bisa kemana-mana tapi virus sudah bersarang dalam diri sehingga tak menyadari orang lain ikut tertular.  Sungguh ini adalah perilaku tak bertanggung jawab. 


Sebagai orang yang beragama sudah sepatutnya kita tetap memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa Allah SWT agar terhindar dan dijauhkan dari segala macam penyakit.  Ikhtiar hendaknya diiringi dengan tawakal. Berserah diri kepada Allah SWT. 

Virus covid-19 membuat kita belajar bahwa banyak hal tanpa kita sadari telah diabaikan.  Ada kebesaran Tuhan disana. Rasa syukur akan nikmat kesehatan tak sejalan dengan upaya menjaganya. Tentang kerja setiap makhluk bahkan yang tak kasat mata, semua tunduk akan perintah Sang Kuasa.  

Hari ini kita tersadar dari kesombongan sebagai makhluk yang berakal bahwa kita tak berdaya dibawah kendali sebuah makhluk Tuhan yang tak memiliki kesempurnaan seperti kita, virus. 

Tiada daya dan upaya selain tetap bermohon kepadaNya.  Senantiasa mendekatkan diri, seraya memohon ampun dan petunjuk.  Hanya kepadaNya tempat bergantung.  Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir.


=======================syl=========================

Jumat, 20 Maret 2020

Cara Mudah Membuat Bokashi



Pemupukan dalam dunia pertanian dapat diartikan sebagai usaha penambahan unsur hara ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertumbuhan tanaman budidaya menjadi lebih maksimal.  

Sedangkan pupuk adalah bahan/material yang ditambahkan ke dalam tanah/tanaman baik organik maupun anorganik sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.

Pupuk dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk organik dan anorganik.  Pupuk organik yakni senyawa organik yang merupakan hasil pelapukan dari bahan-bahan organik.  Contoh pupuk organik : pupuk kandang, kompos, bokashi, pupuk guano. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk buatan pabrik yang mengandung senyawa kimia anorganik.  Contoh pupuk anorganik urea, TSP, KCL, Phonska dll.




Salah satu pupuk organik yang akan kita bahas yakni bokashi.  Bokashi diambil dari bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang terfermentasi.  Bokashi sebetulnya adalah kompos yakni pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah tidak digunakan lagi, seperti daun kering, jerami, sekam, gulma dan potongan-potongan ranting yang kecil.  



Yang membedakan adalah kompos difermentasi secara alami dengan waktu yang agak lama kurang lebih sebulan.  Sedangkan bokashi hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat kurang lebih 10-15 hari untuk proses fermentasinya.  


Mengapa waktu fermentasi bokashi lebih singkat dibanding kompos?  Hal ini karena pada proses pembuatan pupuk bokashi terdapat pencampuran dengan bahan EM (Efective Microorganisme) yang dapat mempercepat dekomposisi atau proses pengomposan.  


Efective Microorganisme (EM) yaitu campuran mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dari tanah maupun tanaman sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan produksi tanaman.  EM mengandung bakteri seperti Lactobacillus sp, bakteri fotosintetik, bakteri penghasil asam laktat Streptomyces sp, bakteri pelarut posfat dan ragi. 

Cara pembuatan pupuk bokashi

  1. Alat : Cangkul, Sabit, Termometer, Plastik/karung, Ember, Pengaduk, Timbangan.
  2. Bahan :
  • Jerami, Sekam/bekatul, dedaunan kering/gulma, : 10 %
  • Pupuk kandang : 30 %
  • EM4 : 5-7 tutup botol
  • Gula pasir/gula jawa : 5-7 sendok
  • Air : 10 liter
3. Cara Kerja :

  • Siapkan alat dan bahan serta tempat yang ternaung dari sinar matahari langsung dan hujan.
  • Potong jerami kurang lebih 1 cm dan campur dengan bekatul/sekam.
  • Buatlah larutan EM4 dan gula dalam air, aduk sampai merata.
  • Lakukan penyiraman pada campuran bahan sampai kadar air bahan bokashi mencapai batas lembab.
  • Tutuplah dengan plastik atau masukkan ke dalam karung.
  • Lakukan pengontrolan suhu minimal sehari sekali.  Pertahankan suhu sekitar 40-50 0C.  Jika suhu terlalu tinggi lakukan pencampuran kembali terhadap bahan.
  • Setelah 10-15 hari bahan pupuk bokashi sudah jadi dan siap digunakan.
(Sumber : Modul Mengendalikan Gulma, P4TK Vedca, Cianjur).



Tutorialnya dapat dilihat pada link youtube kami di channel atph smkn 3 sigi
 https://youtu.be/Oy3pfdhOZDs

Semoga bermanfaat.
---------------syl-----------------

Tips Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah


Penggunaan pupuk bagi tanaman menjadi salah satu penunjang keberhasilan budidaya tanaman.  Tanpa pemberian pupuk buatan, sebenarnya tanah sudah memiliki unsur hara esensial bagi tanaman.  Penanaman berulang, menipisnya lapisan topsoil, perubahan sifat fisik dan kimia tanah sangat berpengaruh terhadap miskinnya hara dalam tanah.

Oleh sebab itu penambahan pupuk sangat dianjurkan demi meningkatkan produktifitas tanaman. Hal ini sejalan dengan intensifikasi di bidang pertanian.
Pemupukan termasuk salah satu intensifikasi pertanian selain pengolahan tanah yang baik, pengairan/irigasi yang teratur, pemilihan bibit unggul dan pengendalian hama penyakit.


Kali ini kita akan membahas tentang pupuk organik lainnya, yaitu pupuk organik cair (POC).

POC adalah salah satu contoh pupuk organik, selain kompos, bokashi dan pupuk kandang. Yang membedakan adalah cara aplikasinya ke tanaman.
Jika kompos dan bokashi adalah pupuk organik berbentuk padat yang aplikasinya dengan cara disebar atau dibenamkan ke dalam tanah. Maka pupuk organik cair dapat diberikan dengan cara disiram atau disemprot ke tanaman.

Berikut ini akan diuraikan cara pembuatan POC.

Bahan :
Limbah buah dan sayuran sebanyak 1 kg, gula jawa 200 gram, air cucian beras 800 cc dan air 4 liter.

Alat :
Wadah, pengaduk, gelas ukur, timbangan, blender dan pisau.

Cara kerja :
- Potong-potong limbah buah dan sayuran lalu blender.
- Larutkan gula jawa ke dalam air cucian beras.  Lalu campurkan ke dalam buah dan sayur yang sudah diblender tadi.
- Tambahkan air. Masukkan dalam wadah tertutup.  Simpan di tempat yang tidak terkena cahaya.
- Lakukan pengadukan setiap 3-4 hari.
- Setelah 15 hari POC siap digunakan.

Cara aplikasi ke tanaman :
- Untuk tanaman buah bisa aplikasikan dengan perbandingan 1:5 (1 bagian POC dan 5 bagian air).
- Untuk perangsang buah sebaiknya tanaman dipangkas terlebih dahulu kemudian POC disemprotkan ke bekas pangkasan tadi untuk merangsang keluarnya bunga dan buah.
--------------

Kali ini siswa-siswi jurusan ATPH SMKN 3 Sigi akan mempraktekkan cara membuat POC dari limbah buah dan sayuran.

Silahkan kunjungi channel kami di youtube : Channel ATPH SMKN 3 Sigi.

https://www.youtube.com/watch?v=7yYooQhtDrw&t=8s

Semoga bermanfaat.
--------------------------syl--------------------------------

Tutorial Membuat Pestisida Nabati dari Tembakau



Assalamualaikum...
Pestisida adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengendalikan OPT (Organisme  Pengganggu Tanaman) baik hama, penyakit ataupun gulma yang menyerang tanaman di lahan pertanian.  Biasanya petani sangat suka menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang banyak dijual di pasaran. 

Nah kali ini kami dari Jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) SMK Negeri 3 Sigi akan mencoba membuat pestisida nabati dari tembakau.  
Pestisida nabati adalah pestisida yang dihasilkan dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan.  Salah satunya adalah pestisida yang berasal dari tembakau. 

Tujuan penggunaan pestisida nabati ini adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan dari segala pencemaran termasuk oleh pestisida, menjaga kualitas produksi pertanian agar senantiasa sehat, menjaga musuh alami OPT agar tidak ikut punah dan tentunya lebih efisien.  

Silahkan klik linknya untuk mengetahui tutorialnya di channel kami.  Jika bermanfaat jangan lupa like, share dan subscribe yaa...   Dan jangan lupa aktifkan loncengnya biar kamu tahu jika ada pemberitahuan tentang tutorial selanjutnya.  Terima kasih.


Semoga bermanfaat yaa...


Tutorial Membuat Cover Buku, flayer, brosur dll dengan Aplikasi Canva


Assalamualaikum sahabat guru hebat se-Nusantara..

Berikut ini tutorial tentang cara membuat cover buku, flyer, label nama, pamflet, brosur dll dengan menggunakan aplikasi canva melalui android.  

Silahkan kunjungi link youtube kami di https://www.youtube.com/watch?v=FtFk8TjcBLo&t=1s


Jika suka jangan lupa like, share dan jangan lupa subscribe agar Anda bisa mendapatkan tutorial bermanfaat lainnya dari channel kami. 


Semoga bermanfaat ya..
=====================syl===========================

Tutorial Membuat Buku Ajar Digital




Assalamualaikum,

Bapak/ibu guru hebat se-Nusantara.
Buku ajar digital adalah sebuah bahan ajar alternatif yang dapat kita gunakan dalam tugas kita sehari-hari di sekolah.  Guru tak perlu membawa buku atau modul tebal ke dalam kelas.  Cukup membagikan file ke siswa.  Siswa dapat membukanya di komputer yang ada di labkom sekolah bahkan pada laptop di rumah.  Siswa dapat mengerjakan tugas dengan mempelajari materi melalui buku ajar digital.  Tampilannya pun sangat menarik dan interaktif

Oh ya, sebelumnya dalam membuat buku ajar digital ini, file dari buku ajar harus sudah tersedia dalam bentuk file PDF, jadi kita tinggal mengconvertnya menjadi buku ajar digital dengan menggunakan aplikasi 3D Pageflip Profesional.

Berikut ini saya bagikan tutorial cara membuat buku ajar digital dengan menggunakan aplikasi 3D Pageflip Profesional.  Semoga bermanfaat.
Silahkan klik https://www.youtube.com/watch?v=qRunCSTm2iQ&t=6s

==========================syl============================================ 




Cara mudah menyingkat link dengan bit.do









Assalamualaikum....

Bagaimana cara mudah membuat shorlink atau menyingkat link supaya mudah diingat dan dishare.  Nah biasanya saking banyaknya konten yang kita buat, suka bingung tuh gimana milih linknya.  Misalnya pada saat kita buat evaluasi, yang mana nih link buat kelas X, mana link buat ulangan, tes harian, semester, atau link dari konten lainnya. 

Berikut ini kalian bisa nonton tutorialnya melalui https://www.youtube.com/watch?v=qAQXPhQBnM4

Semoga bermanfaat yaa....

===================================syl=============================

BABAK BARU PENDIDIKAN INDONESIA - KMA OP 18

Ujian Nasional ditiadakan? Awalnya timbul pertanyaan, apa yang nantinya akan menjadi tolok ukur keberhasilan siswa dalam mencapai suatu kompetensi? Bagaimana mempersiapkan sumber daya pengajarnya dalam menghadapi regulasi baru? Dan berbagai bertanyaan lainnya. 
Dengan adanya UN seluruh komponen sekolah termasuk orang tua bahu membahu mempersiapkan datangnya UN.  Les-les tambahan diikuti oleh siswa diluar jam pelajaran wajib di sekolah.  Orang tua mendorong anaknya untuk lebih giat lagi belajar dalam menghadapi UN.  Guru bekerja keras mempersiapkan soal-soal pengayaan, membahasnya dulu sebelum diberikan kepada siswa.  Pihak sekolah mempersiapkan segala sarana prasarana penunjang demi suksesnya ujian nasional.  Semua bahu membahu mempersiapkan sebuah ujian yang berstandar nasional.  Sebuah ujian yang hanya dilihat dari segi kognitif.
Kenyataan di lapangan membuat miris.  Sebagian siswa menganggap UN adalah sebuah akhir perjuangan dalam menempuh sebuah jenjang pendidikan.  Sehingga dibutuhkan perjuangan mati-matian bahkan dengan segala cara dalam menghadapinya, dan bahkan terkesan jauh dari sebuah kejujuran.  Membeli kunci jawaban secara online, mengcopy bocoran soal dan lain sebagainya yang jauh dari kata jujur.  Mengapa siswa menjadi tidak jujur dalam menghadapi ujian?  Hal ini karena sebuah standar kelulusan adalah nilai yang berbentuk angka yang dikategorikan “baik” menjadi sangat penting dibanding sebuah kejujuran.
Jika kita mencoba menilik kembali dari arti kata pendidikan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni berasal dari kata “didik” yang mempunyai arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.  Sedangkan “pendidikan” yakni proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.  Sehingga dapat kita cermati dari definisi tersebut bahwa sebuah pendidikan adalah cara atau usaha mendewasakan seseorang dalam hal akhlak dan kecerdasan pikiran.  Pendidikan bukan sekedar ”nilai yang baik”.
Seperti dimuat dalam Kompas.com bahwa mulai tahun 2021 diwacanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Makariem siswa tidak lagi akan mengikuti ujian nasional sebagai syarat kelulusan.  Sebagai gantinya akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.  Kebijakan ini menjadi satu dari empat kebijakan yang digagas oleh Bapak Menteri dalam program “Merdeka Belajar”.
Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar dengan menggunakan matematika (numerasi) serta penguatan karakter.  Siswa tidak lagi menghafalkan suatu materi atau teori.  Siswa tidak lagi mengerjakan soal pilihan ganda atau esay sebagai bentuk ujian dari hafalan sebuah teori.  Namun siswa melakukan penalaran dari tutur bahasa (literasi) dan penalaran matematik untuk mengungkapkan sebuah materi atau teori.  Siswa boleh mengajar (tutor sebaya) tanpa merasa jumawa (memupuk karakter rendah hati), tetap mengedepankan penghormatan kepada orang yang lebih tua/guru yang telah mengajar.  Menanamkan sikap dan prilaku yang baik dalam kemerdekaan berpikir. 
Bentuk asesmen akan membuka peluang yang lebih luas bagi siswa.  Penilaian bukan hanya dari segi kognitif namun ada aspek lain yang dipunyai si anak tapi selama ini diabaikan yakni kemampuan skill, karakter, kemampuan berpikir kritis dan penalaran.  Saatnya guru merdeka.  Merdeka mengajar, membimbing dan mengarahkan siswa sesuai bakat dan minat yang dipunyainya.  Mendidik dengan menemukan suatu potensi yang unik dari anak dan membantunya menemukan sisi terbaik dari dirinya.  Tentunya tetap dibarengi pengetahuan sebagai modal utama menambah wawasan serta pembinaan karaktek yang baik.

=========================================================================



Penulis adalah salah satu kontributor dalam Buku 1 SELAMAT TINGGAL UN ! Sebuah buku Antologi Opini Pendidikan SGSI Kelas Menulis Antologi Opini Pendidikan Angkatan ke-18.  Penerbit Yayasan Anak Bangsa Indonesia Kota Bogor.  Penyunting Eka Wardana.  Cetakan pertama Februari 2020.

============================syl===========================================