Kamis, 23 April 2020

Pengampu yang Bermartabat

Keinginan belajar menulis yang sudah lama ingin diwujudkan kemudian seperti gayung bersambut ketika melihat sebuah channel di telegram.  Sebuah channel yang berisi grup pelatihan online yang didalamnya terdapat kelas menulis yakni grup Sahabat Guru Super Indonesia (SGSI).  Melalui sahabat Kak Ros (Rubaida Rose) lalu membawa saya ke grup KMA OP 18.  Disinilah pertama kali saya kenal dengan Master Eka Wardana.  Pengampu Kelas Menulis Antologi Opini Pendidikan.

Memasuki kelas yang sudah mulai, sejatinya sebagai murid baru harus menyesuaikan diri.  Saya terlambat memasuki kelas KMA OP 18 yang rupanya kelas sudah dimulai sehari sebelum saya bergabung. Permintaan maaf pun saya layangkan ke grup sembari memperkenalkan diri.  Mencoba menanyakan materi di kelas.  Mengira bahwa kelas ini seperti kelas-kelas online lainnya yang pernah diikuti, dimana materi sering disertakan didalamnya.  Pesan tersemat dan chat sebelumnya pun tak nampak di ponsel.  Sampai beberapa sahabat yang baik hati menghubungi secara pribadi dan membagikan petunjuk tugas yang harus dikerjakan lengkap dengan aturan main kelas.  Tidak boleh menggunakan emotikon dan menyingkat kata.  Hanya itu. Tak ada gambaran tentang sosok pengampu karena belum terjadi interaksi. 

Tugaspun disetor.  Dihari yang telah ditentukan keluarlah pengumuman tentang tulisan orientasi kami.  Sang pengampu memberikan apresiasi dalam bentuk nomor urut disertai umpan balik.  Disaat mendapatkan umpan balik inilah kesan pertama muncul.  Cara pemberian umpan balik yang baru bagi saya.  Cara menjawab pertanyaan seperlunya, tidak boros bicara.  Setiap peserta memaknai sendiri setiap pernyataan umpan balik.  Teknis pengelolaan kelas yang berbeda.  Belajar cerdas.  Itu kesan pertama di benak saya tentang sosok pengampu kelas, Master Eka Wardana.             

Saya merasa terbantu terutama dengan adanya kode-kode umpan balik tersebut.  Sang master tak memberikan materi secara gamblang.  Tetapi dari sinilah saya berproses dan bermetamorfosis.  Mempelajari teknis menulis yang baik dan benar.   Bagaimana penulis itu harus mereparasi sendiri tulisannya sebelum dilayangkan ke meja pengampu.  Drama revisi penulisan karena ejaan yang berantakan, paragraf yang kepanjangan, judul yang terkesan klise sampai kelancaran ide dan cara penyampaiannya sehingga menjadi suguhan yang nikmat bagi pembaca.  Semua runut diberikan oleh sang master. 

Tak pernah ada rasa kesal, jengkel atau apapun itu.  Saya menyadari itu adalah gaya sang master mendidik.  Mendidik kami menjadi penulis berkarakter.  Penulis yang cermat, santun dan saling menghargai.  Namun terkadang ikut gemas mana kala sang master gregetan dengan peserta, ngeyel, suka  menyela, atau kurang perhatian.  Seolah ikut-ikutan gemas membayangkan seandainya menjadi master.

Demikian cermat dan tak kenal lelah sang master mengelola kelas.  Mengkurasi ratusan naskah yang masuk yang sebagian masih keriting dan umpel-umpel heheh.  Sehingga terbersit dalam pikiran saya gimana Pak Eka bisa secermat itu?  Bagaimana  menjaga kestabilan konsentrasi membaca dengan sekian banyak naskah?  Dan saya bisa menebak jawaban dari beliau pasti simpel.  “ish..ish… sahabat yang membuat saya cermat”.  Tak pernah ada kesan menyombongkan diri dari setiap jawabannya walau beliau akrab dengan sapaan Master.  Sebuah sapaan untuk Maha Guru.

Ada rasa haru ketika pertama kalinya melihat nama tercantum mulus sebagai kontributor naskah di buku antologi KMA OP 18.  Sesuatu yang seperti mimpi akan punya buku antologi.  Perasaan yang tak pernah akan bisa dilukiskan.  Juga rasa persaudaraan dan kekeluargaan dengan sahabat dalam grup walau tak saling kenal, tak saling bertemu muka, namun semua dipertautkan oleh master dalam tulisan serba-serbi.  Yang akhirnya memperkokoh tali silaturahim.

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada Pak Eka adalah jangan berhenti membimbing kami.  Walau muridmu sering ngeyel teruslah membuat kami menulis dengan riang gembira wahai pengampuku.  Sehingga kami bisa sepertimu.  Penulis bermartabat.

------------------------260320syl---------------------------------------------

Sebuah Ulasan Belajar : Demen Nulis Ala Pak Eka.
Diterbitkan oleh Yayasan Anak Bangsa Indonesia, Kota Bogor.
Kami sebagai kontributor naskah pada buku ini bersama sahabat dari seluruh Indonesia menuturkan pengalaman selama belajar di kelas SGSI bersama Master Eka.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar