Rabu, 17 Juni 2020

Tugas Pendahuluan KMA OP 22

Tugas Pendahuluan KMA OP 22

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih menjadi menu utama pembicaraan di kalangan pendidik.  Mau tidak mau ketika pandemi covid-19 melanda dunia, alternatif inilah yang banyak dipilih.

Beberapa keuntungan yang dirasakan antara lain, pertama dari segi keamanan, siswa maupun guru tak perlu merasa takut terkontaminasi virus.  Untuk hal ini bagi siswa di tingkat sekolah menengah akan lebih mudah dikontrol.  Namun tidak dengan siswa di tingkat dasar yang masih kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran.  Sehingga pilihan belajar dari rumah adalah alternatif terbaik saat ini.

Kedua, bagi kaum pendidik inilah saatnya berubah.  Tidak stagnan di satu metode pembelajaran.  Ada banyak media dan metode daring pembelajaran yang dapat diterapkan.  Seiring dengan anjuran Mendikbud, bahwa dalam rangka menuju era 4.0 penggunaan IT untuk lingkungan sekolah lebih bisa dimaksimalkan.

Ketiga, sebagai tenaga pendidik, bisa turut mencatatkan sejarah tentang pembelajaran daring.  Terbayang kan tanpa pandemi seperti saat ini, masih banyak guru yang tak mau belajar IT dengan berbagai alasan.  Faktor usia, gaptek, fasilitas jaringan internet dan lainnya menjadi alasan.  Tak ada lagi kalimat seperti itu terdengar.  Semua menjadi guru pembelajar.  Virus boleh berinkubasi, tapi manusia harus dapat beradaptasi.

Dibalik keunggulan di atas, sesungguhnya kekurangan tak luput menyertainya.  Kendala antara lain adalah dari segi fasilitas.  Keterbatasan ponsel pintar ataupun kuota internet.  Punya ponsel dan kuota, namun jaringan tak bersahabat.  Berbagai kendala sepatutnya dapat teratasi, jika memang PJJ tetap akan diadakan selama belum berakhirnya pandemi.

Tulisan ini akan saya coba beri judul, Untung Rugi Belajar Daring.

Sriyanti Ladiku - Palu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar